PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham atau share buyback di tengah dinamika pasar modal domestik. Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif aksi korporasi untuk mendukung kepentingan jangka panjang perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, evaluasi terhadap opsi buyback dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, serta transformasi yang sedang dijalankan perseroan.
“Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Nixon, kajian tersebut mencakup sejumlah aspek keuangan dan operasional. BTN mempertimbangkan kecukupan modal, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator sebelum mengambil keputusan terkait aksi korporasi tersebut.
Buyback juga berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu perusahaan melalui saham yang telah dibeli kembali. Namun, pelaksanaannya masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
“Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham,” kata Nixon.
BTN sebelumnya pernah menyiapkan rencana pembelian kembali saham pada 2020, ketika pasar modal menghadapi tekanan akibat pandemi COVID-19. Saat itu, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk melaksanakan buyback melalui pasar sekunder.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi BTN dalam mengevaluasi kemungkinan aksi korporasi serupa. Meski demikian, rencana yang sedang dikaji saat ini tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan, kebutuhan perusahaan, dan perkembangan pasar.
Di tengah dinamika pasar saham, BTN juga melanjutkan upaya penguatan fundamental bisnis dan peningkatan kinerja. Perseroan berfokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan peluang di sektor pembiayaan perumahan nasional.









