Untuk korban meninggal dunia, laporan BPBD mencatat nihil. Tidak terdapat korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Sementara data mengenai rumah rusak berat maupun rusak ringan juga masih nihil.
Banjir juga berdampak pada akses transportasi dan fasilitas umum. Jalan Trans Sulawesi dilaporkan tertutup material longsoran di wilayah perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta Induk. Kondisi tersebut mengganggu jalur transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, jembatan yang berada di Desa Peningka dilaporkan putus akibat bencana. Untuk mendukung penanganan akses tersebut, jembatan Bailey dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 22.00 WITA.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas melakukan koordinasi dengan aparat desa serta melaksanakan asesmen dan kaji cepat untuk mengetahui kondisi serta dampak banjir di lapangan.
Mobilisasi alat berat juga dilakukan untuk membantu membersihkan material yang menutup jalur Trans Sulawesi. Penanganan pembersihan jalur tersebut melibatkan BPJN Sulawesi Tengah.
Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di lokasi meliputi normalisasi sungai, pembersihan Jalan Trans Sulawesi, serta kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat desa, masyarakat, TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, TNI, Polri, PT Bina Kaili, hingga BPJN Sulawesi Tengah.
Hingga laporan situasi terakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 18.50 WITA, kondisi banjir dilaporkan belum surut. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Parigi Moutong masih melakukan asesmen dan kaji cepat untuk memperbarui data dampak serta kebutuhan masyarakat. (Red)









