Dalam dialog itu juga disampaikan bahwa Ketua PWNU Sulawesi Tengah telah menginstruksikan jajaran pengurus di wilayahnya untuk mendukung Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari proses konsolidasi menjelang Muktamar.
Ketua PCNU Kota Palu, Dr. Rusdin Ahmad, mengatakan kader alumni PMII perlu memiliki kekuatan organisasi yang solid dalam menentukan arah dukungan di tingkat nasional. Ia berharap pengalaman pada Muktamar PBNU sebelumnya dapat menjadi pelajaran agar proses pemilihan berjalan lebih baik.
“Bagaimana basis kita berkaitan dengan kandidat kita selaku kader alumni PMII sebagai calon Ketua PBNU. Jangan sampai pengalaman di Lampung terulang kembali,” ujarnya.
Rusdin juga menyatakan dukungannya terhadap Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum PBNU. Menurutnya, arahan tersebut telah disampaikan Ketua PWNU Sulawesi Tengah kepada jajaran PCNU di daerah.
Selain itu, Rusdin menyoroti pentingnya kepastian Surat Keputusan (SK) kepengurusan NU di daerah. Ia menilai keberadaan SK menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat posisi organisasi dalam membangun kerja sama dengan pemerintah maupun menjalankan program-program keumatan.
Pada sesi berikutnya, akademisi UIN Datokarama Palu, Mohammad Sadiq, memaparkan dinamika politik menjelang Muktamar PBNU. Ia menilai Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar merupakan salah satu figur yang memiliki kapasitas memimpin PBNU.
Menurutnya, Menteri Agama tersebut tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun jika mendapat amanah, Nasaruddin Umar dinilai memiliki kemampuan menyatukan berbagai kelompok di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Prof. Nasaruddin itu sosok yang ideal. Dia mampu menyatukan kondisi dan mengomunikasikan berbagai persoalan dengan baik,” katanya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memilih pemimpin NU yang memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjawab tantangan NU di masa depan.
Menutup dialog, Ketua Forum Muda Alumni PMII, Moh. Alwi Pakaya, menyampaikan bahwa diskusi menghasilkan tiga poin utama. Pertama, pentingnya menghadirkan gagasan baru dari kader muda alumni PMII. Kedua, perlunya memperkuat konsolidasi internal alumni PMII menjelang Muktamar PBNU. Ketiga, perlunya menghadirkan pemimpin NU yang mampu menjadi pemersatu umat sekaligus membawa organisasi menghadapi tantangan ke depan. ***




