Dari sisi kinerja keuangan, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp353,38 miliar sepanjang 2025. Laba bersih perusahaan mencapai Rp56,69 miliar, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp61,05 miliar.
Hingga 31 Desember 2025, total aset RANS tercatat Rp461,03 miliar dengan total ekuitas sebesar Rp340,80 miliar. Kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp100,13 miliar.
Segmen Entertainment & Lifestyle masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp246,37 miliar atau sekitar 69,72 persen dari total pendapatan. Sisanya berasal dari penjualan produk sebesar Rp107,01 miliar.
Setelah IPO, kepemilikan saham RANS masih didominasi Raffi Farid Ahmad dengan porsi 62,93 persen. PT Indonesia Entertainmen Grup memiliki 7,23 persen saham, disusul Soultan Ariq Rachman dan Dony Oskaria yang masing-masing menguasai 2,74 persen.
Selain itu, Sutanto Hartono memiliki 1,14 persen saham, Nagita Slavina Mariana Tengker 0,99 persen, Kaesang Pangarep 0,91 persen, Hikmat Janika 0,68 persen, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi 0,61 persen. Adapun kepemilikan saham publik mencapai 20,02 persen.
Melalui pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, RANS menambah sumber pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis di bidang media, hiburan, teknologi, dan gaya hidup. Dana hasil IPO juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat operasional, memperluas usaha, serta mendukung pengembangan teknologi berbasis AI. (Red)









