Habiburokhman juga menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang aman bagi pelaku kekerasan yang diduga melakukan tindakan sekejam itu.
Kisah Hilangnya YTR Selama Hampir Dua Tahun
Kasus ini pertama kali menarik perhatian publik setelah keluarga mengungkap kisah hilangnya YTR yang berlangsung hampir dua tahun.
Sebelum menghilang, YTR diketahui bekerja di sebuah perusahaan makanan dan sempat ditempatkan di Bandung. Pada masa awal bekerja, komunikasi korban dengan keluarga masih berjalan normal.
Namun situasi mulai berubah setelah korban menjalin hubungan dengan seorang pria. Seiring waktu, komunikasi dengan keluarga semakin berkurang hingga akhirnya korban sulit dihubungi.
Keluarga sempat mencari informasi ke tempat kerja korban dan menemukan fakta bahwa YTR ternyata sudah mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya. Informasi itu membuat keluarga semakin khawatir.
Meski berbagai upaya pencarian dilakukan, keluarga mengaku kerap menerima telepon yang diyakini berasal dari korban. Dalam percakapan tersebut, korban meminta agar dirinya tidak dicari dan menolak keterlibatan polisi.
Saat itu keluarga menganggap korban sengaja menjauh. Namun setelah korban ditemukan, mereka menduga kondisi tersebut terjadi karena korban berada di bawah tekanan.
Ditemukan Dalam Kondisi Memprihatinkan
Harapan keluarga untuk menemukan YTR akhirnya datang ketika ayah korban menerima kabar bahwa putrinya berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Keluarga yang datang ke rumah sakit mengaku terkejut melihat kondisi korban. Tubuh YTR dipenuhi luka, sejumlah giginya patah, hidung mengalami kerusakan, dan salah satu matanya hampir tidak berfungsi.
Selain itu, terdapat luka lama yang telah mengalami infeksi di beberapa bagian tubuh. Korban kemudian menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya.
Bagi keluarga, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berat. Setelah hampir dua tahun tanpa kabar, mereka menemukan YTR dalam kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Pengakuan Korban Soal Kekerasan yang Dialami
Setelah kondisi kesehatannya mulai membaik, korban perlahan menceritakan apa yang dialaminya selama ini.
YTR mengaku sering mengalami pemukulan menggunakan berbagai benda keras. Bagian mata menjadi salah satu sasaran kekerasan yang menyebabkan kemampuan penglihatannya terus menurun.






