Kisah tersebut kemudian diungkap oleh kakak korban dalam sebuah podcast. Ia menceritakan bahwa YTR sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan makanan dan sempat dipindahkan ke Bandung. Pada masa awal bekerja, korban masih rutin pulang ke rumah dan menjalin komunikasi dengan keluarga.
Namun situasi mulai berubah setelah korban diketahui menjalin hubungan dengan seorang pria. Keluarga mengaku sempat melihat foto pria tersebut melalui media sosial korban. Meski memiliki firasat kurang baik, mereka tidak pernah menduga hubungan tersebut akan berujung pada dugaan tindak kekerasan yang berkepanjangan.
Seiring berjalannya waktu, komunikasi korban dengan keluarga mulai berkurang. Korban beberapa kali menyampaikan bahwa dirinya dipindahkan untuk bekerja di daerah lain sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi.
Kecurigaan keluarga semakin besar ketika mereka mencari informasi ke tempat kerja korban. Dari sana diketahui bahwa YTR ternyata telah mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya. Keluarga juga mendapat informasi bahwa surat pengunduran diri korban diantarkan oleh pria yang diketahui dekat dengannya.
Temuan tersebut membuat keluarga semakin khawatir. Mereka terus melakukan pencarian. Namun setiap kali upaya pencarian dilakukan, keluarga mengaku menerima telepon yang diyakini berasal dari korban. Dalam percakapan itu, korban terdengar marah dan meminta agar dirinya tidak lagi dicari. Ia juga disebut mengancam tidak akan pulang apabila keluarga melibatkan polisi.
Saat itu keluarga menganggap korban sengaja menjauh. Namun setelah korban ditemukan, mereka menduga komunikasi tersebut terjadi ketika korban berada dalam tekanan dan pengawasan pihak lain.
Waktu terus berlalu hingga hampir dua tahun tanpa kepastian. Harapan keluarga sempat memudar. Mereka mulai berpikir bahwa korban memilih menjalani kehidupannya sendiri.
Keadaan berubah ketika ayah korban menerima telepon yang mengabarkan bahwa YTR berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Keluarga segera menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.
Pemandangan yang mereka lihat disebut sangat mengagetkan. Ayah korban bahkan dikabarkan sempat pingsan setelah melihat kondisi anaknya. Salah satu mata korban hampir tidak berfungsi, hidung mengalami kerusakan, sejumlah gigi patah, dan tubuhnya dipenuhi luka lama yang telah mengalami infeksi.




