Selain merendam rumah warga, banjir di Parigi Moutong juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Tercatat sekitar 166 unit rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan ringan akibat terendam air cukup lama. Tidak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 70 hektare lahan sawah dan 2 hektare kebun warga ikut terendam air, sehingga berpotensi mengganggu hasil panen dan mata pencaharian masyarakat.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur umum. Tiga unit jembatan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat derasnya arus air. Selain itu, satu saluran air jebol sehingga memperparah aliran banjir di beberapa titik. Kondisi ini membuat akses antarwilayah sempat terganggu dan menyulitkan mobilitas warga di sekitar lokasi terdampak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama berbagai unsur terkait langsung melakukan penanganan di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, PMI, aparat desa, serta relawan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan warga. Fokus utama penanganan adalah memastikan keselamatan warga, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan darurat.
Bantuan logistik juga mulai disalurkan kepada warga terdampak. Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat antara lain selimut, matras, tikar, serta bahan pangan seperti beras. Bantuan ini diperlukan untuk membantu warga yang rumahnya terdampak banjir, terutama mereka yang sempat mengungsi atau masih dalam proses pembersihan rumah.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi banjir di sejumlah wilayah Parigi Moutong mulai menunjukkan perbaikan. Genangan air dilaporkan berangsur surut, sehingga warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Banyak masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah, halaman, serta fasilitas umum yang sebelumnya terendam air. Aktivitas pembersihan dilakukan secara mandiri maupun gotong royong bersama aparat desa dan relawan.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada potensi banjir susulan. Kondisi cuaca juga terus dipantau mengingat wilayah Sulawesi Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan ulang di wilayah yang sudah terdampak.







