Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan dampak besar bagi masyarakat. Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 09.00 WIB, BNPB mencatat 127 orang meninggal dunia, 1.712 orang mengalami luka atau sakit, dan 166.829 warga masih mengungsi.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 51 orang. Berikutnya Kabupaten Manggarai Timur dengan 40 orang, Nagekeo 20 orang, Sikka 6 orang, Ngada 6 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
Selain korban jiwa, aktivitas gempa susulan juga masih menjadi perhatian. BNPB mencatat gempa susulan telah terjadi lebih dari 10 ribu kali. Meski jumlahnya terus bertambah, aktivitas tersebut secara bertahap menunjukkan tren penurunan.
“Kondisi tersebut masih memengaruhi psikologis masyarakat sehingga sebagian warga memilih melakukan pengungsian secara mandiri,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran pers, Rabu (2/9/2026).
Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan rumah warga. Berdasarkan data sementara yang dikunci BNPB per 24 Agustus 2026, sebanyak 77.912 unit rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.597 rumah mengalami rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan rumah tertinggi.
Di Nagekeo, tercatat 3.218 rumah rusak berat, 1.598 rusak sedang, dan 4.828 rusak ringan. Ende mencatat 1.208 rusak berat, 1.725 rusak sedang, serta 4.547 rusak ringan.
Kabupaten Manggarai memiliki 6.360 rumah rusak berat, 5.196 rusak sedang, dan 5.552 rusak ringan. Sementara Manggarai Timur mencatat 6.833 rumah rusak berat, 4.996 rusak sedang, dan 6.973 rusak ringan.
Kerusakan juga tercatat di Manggarai Barat dengan 3.732 rumah rusak berat, 2.014 rusak sedang, dan 5.067 rusak ringan. Di Ngada terdapat 2.256 rumah rusak berat, 2.116 rusak sedang, dan 5.190 rusak ringan.
Adapun Kabupaten Sikka mencatat 990 rumah rusak berat, 892 rusak sedang, dan 2.621 rusak ringan. Data tersebut menunjukkan luasnya dampak kerusakan hunian yang harus ditangani dalam proses pemulihan pascagempa.
Dengan jumlah pengungsi yang masih mencapai 166.829 orang dan kerusakan rumah yang mencapai puluhan ribu unit, penanganan masyarakat terdampak masih berlangsung. Pemerintah dan tim gabungan juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan yang kini mulai menunjukkan penurunan. (Red)







