Skrol untuk membaca pos

MPM Bagikan Dividen Rp170 per Lembar, Setujui Buyback Saham Rp50 Miliar

Muh. Rifai
PT Mitra Pinasthika Mustika. Foto: MPM
A-AA+A++

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp170 per saham serta rencana pembelian kembali saham Perseroan hingga Rp50 miliar.

RUPST PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk berlangsung secara elektronik melalui platform eASY.KSEI dan dihadiri pemegang saham yang mewakili 3.249.610.423 saham atau setara 74,0881163 persen dari total saham dengan hak suara sah.

Dalam rapat tersebut hadir jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, di antaranya Komisaris Utama Edwin Soeryadjaya, Komisaris Tossin Himawan selaku pimpinan rapat, Komisaris Danny Walla, Komisaris Independen Istama Tatang Siddharta, serta Direktur Utama Suwito Mawarwati bersama jajaran direksi lainnya.

Pada mata acara pertama, pemegang saham menyetujui laporan tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan dengan opini tanpa modifikasian. Persetujuan itu memperoleh suara setuju sebesar 99,4706368 persen.

Perseroan juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025 sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan.

Dalam sesi tanya jawab, pemegang saham menyoroti investasi efek ekuitas senilai Rp425 miliar yang tercantum dalam Catatan atas Laporan Keuangan Nomor 7. Manajemen menjelaskan strategi investasi Perseroan difokuskan pada saham sektor perbankan dan saham dengan fundamental kuat dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, pemegang saham juga menanyakan langkah penanganan kerugian operasional sebesar Rp437 miliar di JACCS MPM Finance akibat penataan ulang manajemen risiko. Perseroan menyebut perbaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dilakukan melalui mitigasi risiko yang lebih ketat terhadap penyaluran kredit baru guna menghasilkan portofolio kredit yang lebih berkualitas.

Pada mata acara kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp461,89 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp451,89 miliar dialokasikan untuk pembagian dividen tunai, sementara Rp10 miliar ditetapkan sebagai tambahan cadangan wajib Perseroan.

Berita Lainnya

Transisi Bisnis TBS Berbuah Predikat Saham Hijau dari BEI
Saham ADHI Disuspensi BEI
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Ini Pilihannya
Elnusa Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar, Ini Tujuan dan Dampaknya
Harga Teoretis Saham MLPT Jadi Rp1.040 Usai Stock Split
IHSG Naik 0,83 Persen, Enam Emiten Baru Ramaikan Bursa