Skrol untuk membaca pos

BEI Pastikan Pasar Modal Tetap Terkendali Pasca Rebalancing MSCI

Muh. Rifai
Ilustrasi. Ist
A-AA+A++

“Pernyataan MSCI ini memberikan kepastian yang lebih baik bagi pasar. Kami berharap hal tersebut dapat menjadi landasan pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan bersama seluruh pelaku pasar dan emiten,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Rabu (13/5).

Jeffrey juga menanggapi hasil MSCI Review Mei 2026 dan metodologi free float yang digunakan dalam penilaian indeks global. Ia menegaskan bahwa setiap global index provider memiliki metodologi masing-masing yang berbasis faktor kuantitatif dan harus dihormati oleh seluruh pelaku pasar.

Menurutnya, BEI tidak berfokus pada upaya engineering terhadap penilaian indeks global. Bursa lebih memilih memperkuat reformasi dan mekanisme pasar yang teratur, wajar, dan efisien agar perusahaan tercatat dapat memenuhi ketentuan indeks secara alami melalui penguatan fundamental pasar modal domestik.

Sebelumnya, pada Senin (11/5), BEI juga mendukung penyelenggaraan Indonesia Investor Relations Forum (IRF) 2026 yang mengusung tema “Reformasi Pasar Modal Tingkatkan Kepercayaan di Era Ketidakpastian Global” di Main Hall BEI, Jakarta.

Forum yang diinisiasi Kitacomm dan SUAR.id tersebut menjadi wadah bagi regulator, emiten, dan investor untuk membahas penguatan daya saing pasar modal nasional. Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari transparansi pasar, praktik investor relations yang berkelanjutan, hingga agenda reformasi pasar modal.

Selain itu, forum juga menyoroti upaya peningkatan likuiditas pasar dan pembahasan mengenai ketentuan free float saham yang menjadi perhatian investor global. Kehadiran Jeffrey Hendrik sebagai pembicara utama disebut memperlihatkan komitmen BEI bersama regulator dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Di tengah sentimen global, data perdagangan saham di BEI selama periode 11–13 Mei 2026 tercatat bergerak di zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 3,53 persen dan ditutup pada level 6.723,320 dari posisi 6.936,396 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga turun sebesar 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 0,56 persen menjadi 2,53 juta kali transaksi dibandingkan 2,55 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Berita Lainnya

Transisi Bisnis TBS Berbuah Predikat Saham Hijau dari BEI
BEI dan Alpaca Siapkan Penjajakan Investasi Lintas Negara
Saham ADHI Disuspensi BEI
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Ini Pilihannya
Elnusa Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar, Ini Tujuan dan Dampaknya
Harga Teoretis Saham MLPT Jadi Rp1.040 Usai Stock Split