Skrol untuk membaca pos

Harga Emas dan Perak Anjlok Dipicu Dolar AS dan Lonjakan Imbal Hasil

Muh. Rifai
Emas. Ilustrasi AI
A-AA+A++

Harga emas dan perak spot turun tajam pada perdagangan awal Amerika Serikat, Jumat, di tengah penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi Treasury, serta meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mentah. Kondisi tersebut mengimbangi permintaan aset safe-haven yang sebelumnya muncul karena ketegangan di Selat Hormuz.

Melansir Kitco, harga emas spot diperdagangkan mendekati US$4.550 per ons atau turun 2,17 persen. Sementara itu, harga perak spot berada di level US$77,970 dan melemah 6,47 persen dalam sesi perdagangan tersebut.

Penurunan harga emas kini telah berlangsung selama empat sesi berturut-turut. Tekanan jual meningkat setelah serangkaian data inflasi Amerika Serikat pekan ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve dalam waktu dekat.

Data indeks harga konsumen (CPI), indeks harga produsen (PPI), serta harga impor April menjadi perhatian utama pasar sebelum pembukaan perdagangan AS. Ketiga data tersebut memengaruhi ekspektasi suku bunga dan mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,5 persen. Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat dan bergerak di atas level 99.

Tekanan terbesar terjadi pada pasar perak. Rentang perdagangan harian logam tersebut melebar drastis di kisaran US$76,71 hingga US$84,00 per ons. Aksi jual yang dipicu momentum pasar membuat harga perak menembus area psikologis US$80.

Di sisi geopolitik, Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama pasar global, khususnya bagi sektor energi dan komoditas. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang telah berlangsung lebih dari satu bulan, namun aktivitas pengiriman di jalur tersebut belum kembali normal.

Data analitik pengiriman menunjukkan hanya sekitar 10 kapal yang melintas dalam periode 24 jam terakhir, jauh di bawah rata-rata sekitar 140 penyeberangan harian sebelum konflik terjadi. Situasi tersebut terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz harus kembali dibuka sepenuhnya. Namun, pernyataan Trump yang menyebut kesabaran Washington terhadap Teheran mulai menipis ikut mendorong harga minyak dunia semakin tinggi.

Berita Lainnya

Emas Malah Menguat Setelah Fed Naikkan Suku Bunga
Fed Naikkan Bunga, Harga Emas Dunia Mulai Tertekan
Emas Dunia Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Keputusan The Fed
Gold (XAU/USD) Rebound ke US$4.385 Setelah CPI AS, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
XAUUSD Setelah CPI AS, Apakah Masih Berpeluang Naik?
Harga Gold Hari Ini Menunggu CPI AS, XAUUSD Berpotensi Bergerak Tajam