Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.500 per Dolar AS
Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Berdasarkan data pasar, Rupiah berada di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.520 per Dolar AS pada awal perdagangan.
Pelemahan ini dipicu gabungan faktor global dan kondisi ekonomi dalam negeri. Salah satu tekanan terbesar datang dari Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi itu membuat investor lebih memilih menempatkan dana mereka ke aset berbasis Dolar AS yang dianggap lebih aman.
Di saat yang sama, pasar juga melihat kondisi ekonomi domestik masih cukup rentan. Inflasi belum sepenuhnya stabil, sementara kebutuhan impor masih tinggi. Situasi tersebut membuat permintaan Dolar AS terus meningkat.
Kenaikan harga minyak dunia ikut memperberat tekanan terhadap Rupiah. Indonesia masih mengandalkan impor energi sehingga kebutuhan pembayaran menggunakan Dolar AS ikut naik saat harga minyak melonjak.
Sentimen geopolitik global juga memengaruhi pergerakan pasar. Ketegangan internasional membuat investor asing cenderung menarik dana dari negara berkembang.
Pelemahan Rupiah ke level Rp17.500 diperkirakan memberi dampak pada sektor usaha yang bergantung pada bahan baku impor. Biaya produksi bisa meningkat jika nilai tukar terus tertekan dalam waktu lama.
Pelaku pasar kini menunggu langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung. ***
