Skrol untuk membaca pos

Hantavirus Bisa Sebabkan Kematian, Kenali Gejalanya

Muh. Rifai
Hantavirus. Ilustrasi AI
A-AA+A++

Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonosis yang mendapat perhatian dunia karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian. Virus ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan dapat menginfeksi manusia lewat kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut hantavirus sebagai kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan pada kondisi tertentu dapat menular ke manusia. Penyakit yang ditimbulkan bervariasi tergantung jenis virus dan wilayah penyebarannya.

Di kawasan Amerika Utara dan Selatan, hantavirus diketahui menyebabkan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yakni penyakit serius yang menyerang paru-paru dan jantung. Tingkat kematian akibat penyakit ini dilaporkan bisa mencapai 50 persen. Sementara di Eropa dan Asia, hantavirus lebih sering menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu demam berdarah yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

WHO menjelaskan bahwa setiap jenis hantavirus umumnya memiliki spesies hewan pengerat tertentu sebagai reservoir alami. Hewan tersebut dapat membawa virus dalam waktu lama tanpa menunjukkan tanda sakit. Meski banyak jenis hantavirus ditemukan di berbagai negara, hanya sebagian kecil yang diketahui dapat menginfeksi manusia.

Salah satu jenis yang menjadi perhatian adalah Virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan. Virus ini menjadi satu-satunya hantavirus yang telah terbukti dapat menular antar manusia, meski kasusnya terbatas. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di antara anggota keluarga atau pasangan.

“Penularan antar manusia tampaknya paling mungkin terjadi pada fase awal penyakit ketika virus lebih mudah menyebar,” demikian penjelasan WHO dalam laporan resminya, dikutip, 8 Mei 2026.

Secara global, infeksi hantavirus memang tergolong jarang, namun memiliki risiko fatalitas tinggi. WHO memperkirakan terdapat sekitar 10 ribu hingga lebih dari 100 ribu kasus infeksi hantavirus setiap tahun di dunia. Beban kasus terbesar berada di Asia dan Eropa.

Di Asia Timur, terutama Tiongkok dan Republik Korea, kasus HFRS masih mencapai ribuan setiap tahun meskipun jumlahnya mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Sementara di Eropa, ribuan kasus juga dilaporkan setiap tahun, khususnya di wilayah utara dan tengah.