Skrol untuk membaca pos

Instagram Diduga Hapus Akun Bot, Selebriti Kehilangan Jutaan Followers

Muh. Rifai
Foto: Istimewa
A-AA+A++

Ribuan pengguna Instagram melaporkan penurunan jumlah pengikut secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu dugaan bahwa Instagram tengah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun bot dan akun tidak aktif di platform mereka.

Pengguna dari berbagai negara mengaku kehilangan followers dalam jumlah cukup besar hanya dalam hitungan jam. Tidak sedikit akun yang mengalami penurunan hingga ribuan bahkan jutaan pengikut. Di media sosial dan forum internet, kondisi ini ramai disebut sebagai “bot purge” atau pembersihan akun bot.

Memgutip Hindustantimes, salah satu figur publik yang disebut terdampak adalah Kylie Jenner. Sejumlah laporan menyebut akun Instagram miliknya kehilangan jutaan followers selama proses pembersihan berlangsung. Meski penurunan tersebut belum dikonfirmasi langsung oleh pihak Meta, nama Kylie Jenner menjadi salah satu yang paling banyak dibahas pengguna internet.

Selain Kylie Jenner, penyanyi Madison Beer juga disebut mengalami penurunan followers cukup besar. Seorang pengguna Reddit melaporkan akun Madison Beer kehilangan sekitar 400 ribu pengikut dalam waktu singkat.

Hingga kini, Meta belum memberikan penjelasan rinci mengenai gelombang pembersihan terbaru tersebut. Namun, penghapusan akun palsu, spam, dan akun tidak aktif memang sudah lama menjadi bagian dari kebijakan rutin perusahaan.

Instagram sebelumnya telah beberapa kali melakukan pembersihan akun dalam skala besar. Langkah itu bertujuan menjaga platform tetap autentik dan meningkatkan kualitas interaksi pengguna. Dalam kebijakan transparansinya, Meta menyebut penghapusan akun palsu dilakukan untuk mengurangi spam sekaligus memastikan metrik engagement lebih akurat.

Bagi influencer dan selebritas, penurunan jumlah followers secara mendadak dapat memberi dampak besar. Jumlah pengikut masih menjadi salah satu indikator utama pengaruh di media sosial, terutama dalam kerja sama promosi dengan brand dan perusahaan.

Meski secara persentase penurunan terlihat kecil, dampaknya bisa sangat besar bagi akun dengan basis pengikut masif. Kehilangan satu hingga dua persen followers bagi akun besar dapat berarti jutaan akun hilang dari daftar pengikut mereka.

Fenomena ini juga memunculkan kembali perdebatan mengenai validitas jumlah followers di media sosial. Banyak pihak menilai praktik membeli followers palsu atau menggunakan bot masih terjadi di berbagai platform demi meningkatkan citra akun secara instan.