Skrol untuk membaca pos

Guruh Soekarnoputra Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang Lewat Karya Lagu yang Melekat di Ingatan Indonesia

Muh. Rifai
Guruh Soekarnoputra saat muda. Foto: Dok. Istimewa
A-AA+A++

Katalog AllMusic juga mencantumkan Mahadaya Cinta dengan kredit Anang Hermansyah / Guruh Soekarnoputra, sehingga lagu ini perlu dicatat sebagai karya kolaboratif, bukan semata-mata karya tunggal Guruh.

Hal ini penting karena daftar karya seorang pencipta harus memperhatikan kredit resmi, termasuk ketika sebuah lagu diciptakan bersama.

“Candu Asmara” dan warna musik Guruh pada akhir 1990-an

Guruh juga memasuki wilayah musik yang lebih modern melalui Candu Asmara.

Nama tersebut menjadi salah satu karya yang kemudian dikenal dalam katalog musik Guruh. ANTARA, dalam laporan mengenai warisan seni Guruh setelah wafatnya, menyebut Candu Asmara bersama Anak Jalanan, Melati Suci, Lenggang Puspita, Zamrud Khatulistiwa dan Seni sebagai bagian dari karya lagu yang terus dikenang.

Daftar karya Guruh yang paling banyak terdokumentasi

Jika berbagai sumber tersebut disatukan, sejumlah karya yang dapat dimasukkan dalam daftar karya musik Guruh Soekarno Putra antara lain:

Indonesia Maharddhika, Chopin Larung, Barong Gundah, Janger 1897 Saka, Geger Gelgel, Smaradhana, Damai, Januari Kelabu, Peri Kemanusiaan, Nostalgia Hotel Des Indes, Selamat Datang, Kenang-Kenangan, Janger Jakarta, Zamrud Khatulistiwa, Swara Maharddhika, Salam Perpisahan, Untukmu Indonesiaku, Lagu Putih, Pelangi Nusantara, Keranjingan Disco, Seni, Aji Mumpung, Bidadari Timur, Bhinneka Tunggal Ika, Puspa Warni, Melati Suci, Cinta Indonesia, Lenggang Puspita, Aku Tahu, Kecewa, Bukannya Saya, Cinta Membara, Langkah Kembara, Menanti, Renjana, Kembalikan Baliku, Gita Cinta dari SMA, Galih dan Ratna, Anak Jalanan, Misteri Mimpi, Detik-Detik Meresahkan, Kala Sang Surya Tenggelam, Surya Gemilang, Kala Cinta Menggoda, Setia, Candu Asmara, Mahadaya Cinta, Jalan-Jalan Sore, Misteri Mimpi, Rumpi Pasar, Jak Jak Jak Jakarta, Rumpi Sari, Greget Mantep, Dekat Pada Tuhan, Jakarta Kasmaran dan sejumlah karya lainnya.

Namun daftar tersebut belum boleh dianggap sebagai katalog definitif seluruh karya Guruh. Sebagian judul merupakan karya yang tercatat dalam repertoar pergelaran, sebagian lainnya merupakan karya kolaborasi, instrumental, atau memiliki persoalan kredit pencipta yang harus dilihat dari rekaman dan dokumen aslinya.

Hal tersebut justru menjadi penting karena ANRI menyimpan inventaris arsip pribadi Guruh Soekarnoputra untuk periode 1973–1990, yang antara lain mendokumentasikan berbagai pergelaran, surat, proposal, poster dan kegiatan artistiknya.