Skrol untuk membaca pos

Guruh Soekarnoputra Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang Lewat Karya Lagu yang Melekat di Ingatan Indonesia

Muh. Rifai
Guruh Soekarnoputra saat muda. Foto: Dok. Istimewa
A-AA+A++

Warisan yang lebih besar dari sekadar lagu

Guruh Soekarnoputra tidak dapat ditempatkan hanya sebagai pencipta lagu.

ANRI mencatat perjalanan Guruh sejak masa kecil, pendirian Swara Maharddhika, rangkaian pergelaran karya cipta, keterlibatan dalam film, hingga berbagai pencapaian musiknya.

Warisan Guruh juga berada pada cara ia mempertemukan musik pop, gamelan, tari, tradisi Nusantara dan gagasan tentang Indonesia dalam satu pertunjukan.

Karena itu, karya seperti Indonesia Maharddhika, Smaradhana, Zamrud Khatulistiwa, Melati Suci, Lenggang Puspita, Renjana, Kembalikan Baliku, Gita Cinta dari SMA, Galih dan Ratna, Anak Jalanan, Kala Sang Surya Tenggelam, Kala Cinta Menggoda, Candu Asmara hingga Mahadaya Cinta tidak hanya menjadi daftar judul lagu.

Karya-karya itu memperlihatkan perjalanan panjang seorang seniman yang menjadikan musik sebagai bagian dari cara melihat Indonesia.

Guruh Soekarnoputra kini telah pergi.

Namun, seperti dicatat ANTARA dalam laporan wafatnya, jejak kebudayaan, partitur musik, karya pertunjukan dan semangat nasionalisme yang ditinggalkannya akan terus menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia.

Guruh telah meninggalkan panggung, tetapi karya-karyanya masih terus dimainkan. (Red)