Skrol untuk membaca pos

Guruh Soekarnoputra Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang Lewat Karya Lagu yang Melekat di Ingatan Indonesia

Muh. Rifai
Guruh Soekarnoputra saat muda. Foto: Dok. Istimewa
A-AA+A++

Dari rangkaian pertunjukan tersebut lahir sejumlah lagu yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat.

Pada periode ini tercatat karya seperti Damai, Januari Kelabu, Peri Kemanusiaan, Nostalgia Hotel Des Indes, Selamat Datang, Kenang-Kenangan, Janger Jakarta, Zamrud Khatulistiwa, Swara Maharddhika dan Salam Perpisahan.

Sementara dalam Cinta Indonesia, daftar repertoarnya mencakup Cinta Indonesia, Seni, Aji Mumpung, Bidadari Timur, Bhinneka Tunggal Ika, Puspa Warni, Selamat Datang, Penutup dan Melati Suci. Arsip rekaman yang beredar juga mencantumkan lagu-lagu tersebut dalam Pergelaran Karya Cipta 3.

“Melati Suci”, salah satu karya yang paling dikenang

Di antara berbagai karya Guruh, Melati Suci menjadi salah satu lagu yang mempunyai tempat khusus dalam perjalanan musik Indonesia.

Lagu tersebut tercatat dalam berbagai katalog karya Guruh dan kemudian dibawakan oleh sejumlah penyanyi.

ANRI juga menempatkan Guruh sebagai pencipta yang memiliki kontribusi besar dalam musik dan ilustrasi film. Arsip lembaga tersebut mencatat Guruh pernah terlibat dalam ilustrasi musik film seperti Ali Topan Anak Jalanan, Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati.

“Renjana” membawa nama Guruh ke panggung internasional

Salah satu pencapaian penting Guruh terjadi melalui lagu Renjana.

Menurut Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI, komposisi Renjana meraih prestasi pada Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1976.

Guruh kemudian membawa karya Indonesia ke World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang. Dalam ajang tersebut, karya Kembalikan Baliku meraih Kawakami Award dan Audience Selections Award. Lagu tersebut juga kemudian meraih prestasi dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1987.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa musik Guruh tidak hanya diarahkan untuk menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk membawa identitas Indonesia ke ruang internasional.

“Gilang Indonesia Gemilang” dan “Lenggang Puspita”

Pada 1986, Guruh bersama Swara Maharddhika menghadirkan Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra IV: Gilang Indonesia Gemilang.

Dalam album yang berkaitan dengan pertunjukan tersebut terdapat sejumlah karya seperti Lenggang Puspita, Aku Tahu, Kecewa, Bukannya Saya, Cinta Membara, Langkah Kembara dan Menanti.