Sumber dokumentasi musik mencatat bahwa sebagian besar lagu dalam album tersebut dikreditkan sebagai karya Guruh, sementara beberapa materi instrumental memiliki kredit yang berbeda atau tidak mencantumkan nama pencipta.
Lenggang Puspita kemudian menjadi salah satu karya Guruh yang paling dikenal.
Dari “Zamrud Khatulistiwa” hingga “Gita Cinta dari SMA”
Karya Guruh juga berkembang melalui lagu-lagu yang kemudian dikenal lintas generasi.
Di antara judul yang menonjol adalah:
- Zamrud Khatulistiwa
- Gita Cinta dari SMA
- Galih dan Ratna
- Anak Jalanan
- Lenggang Puspita
- Melati Suci
- Lagu Putih
- Misteri Mimpi
- Januari Kelabu
- Smaradhana
- Kembalikan Baliku
- Kala Sang Surya Tenggelam
- Surya Gemilang
- Cinta Indonesia
Kumpulan tersebut terdokumentasi dalam album Puspa Ragam, yang memuat 16 lagu karya Guruh Soekarnoputra. Spotify mencantumkan seluruh lagu tersebut sebagai repertoar Puspa Ragam, termasuk Kala Sang Surya Tenggelam, Zamrud Khatulistiwa, Renjana, Surya Gemilang, Gita Cinta dari SMA, Lenggang Puspita, Melati Suci, Anak Jalanan, Misteri Mimpi, Detik-Detik Meresahkan, Januari Kelabu, Galih dan Ratna, Smaradhana, Lagu Putih, Kembalikan Baliku dan Cinta Indonesia.
“Kala Cinta Menggoda”, karya yang kembali hidup lintas generasi
Memasuki era 1990-an, Guruh kembali menghasilkan karya yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah musik pop Indonesia.
Salah satunya adalah Kala Cinta Menggoda, yang pertama kali dipopulerkan oleh Chrisye melalui album Kala Cinta Menggoda pada 1997.
Detik mencatat lagu tersebut sebagai ciptaan Guruh Soekarnoputra. Lagu itu kemudian kembali dikenal generasi berikutnya ketika dibawakan ulang oleh NOAH.
Karya tersebut bahkan menjadi objek penelitian akademik. Database Garuda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat penelitian mengenai aspek tekstual dan kontekstual lirik “Kala Cinta Menggoda” karya Guruh Soekarno Putra.
“Mahadaya Cinta”, karya Guruh untuk Krisdayanti
Ada pula satu karya yang tidak boleh dilewatkan ketika membicarakan katalog Guruh, yakni Mahadaya Cinta.
Lagu tersebut dipopulerkan oleh Krisdayanti dan kemudian bahkan diangkat menjadi pertunjukan sandiwara musikal.
KapanLagi mencatat secara langsung bahwa “Mahadaya Cinta” merupakan karya Guruh Soekarnoputra dan lagu tersebut dipopulerkan oleh Krisdayanti. Pertunjukan musikalnya digelar pada 2005 di Istora Senayan, Jakarta.



