Skrol untuk membaca pos

Hasil CPI AS Melandai, The Fed Berpeluang Tahan Bunga

Muh. Rifai
Emas. Ilustrasi AI
A-AA+A++

Laporan Non-Farm Payroll (NFP) juga akan menjadi salah satu data yang diperhatikan investor. Jika inflasi terus turun dan pasar tenaga kerja mulai melemah, peluang The Fed mempertahankan suku bunga akan semakin besar.

Sebaliknya, jika inflasi kembali naik atau pasar tenaga kerja tetap kuat, tekanan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dapat kembali meningkat.

Perubahan ekspektasi suku bunga juga dapat memengaruhi dolar AS. Setelah data CPI dirilis, peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan turun hingga di bawah 50%.

Jika ekspektasi kenaikan suku bunga terus berkurang, dolar AS berpotensi melemah. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan bagi harga emas karena emas biasanya mendapat keuntungan ketika dolar AS melemah dan ekspektasi suku bunga tinggi menurun.

Untuk XAU/USD, data inflasi terbaru menjadi salah satu faktor positif. Namun, arah harga emas tetap akan bergantung pada sejumlah faktor lain, termasuk pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi AS, data tenaga kerja, serta pernyataan pejabat The Fed.

Investor sebaiknya tidak hanya melihat angka CPI Juli. Data inflasi Agustus dan laporan tenaga kerja sebelum FOMC September akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan The Fed.

Untuk saat ini, data menunjukkan tekanan inflasi AS bergerak lebih rendah. Headline CPI berada di 3,4% secara tahunan dan 0,1% secara bulanan. Core CPI tercatat 2,5% secara tahunan dan 0,2% secara bulanan.

Dengan inflasi yang mulai melandai, The Fed memiliki ruang untuk menahan suku bunga pada kisaran 3,5%–3,75%. Keputusan tersebut dapat menjaga tekanan terhadap dolar AS sekaligus memberikan dukungan bagi harga emas.

Pasar kini akan menunggu pidato Kevin Warsh di Jackson Hole serta data ekonomi berikutnya. Jika tren inflasi terus membaik, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September dapat semakin mengecil.

Bagi investor emas, kondisi tersebut menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan. Selama dolar AS tidak kembali menguat tajam dan ekspektasi kenaikan suku bunga terus menurun, XAU/USD masih memiliki peluang untuk mempertahankan tren penguatan dalam jangka menengah. (Red)

Berita Lainnya

Gold Melemah di US$4.275, Pasar Kian Waspada Kenaikan Bunga The Fed
Emas Malah Menguat Setelah Fed Naikkan Suku Bunga
Fed Naikkan Bunga, Harga Emas Dunia Mulai Tertekan
Fed Naikkan Suku Bunga, Warsh Masih Hawkish: Apa Dampaknya ke Harga Emas?
Emas Dunia Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Keputusan The Fed
Gold (XAU/USD) Rebound ke US$4.385 Setelah CPI AS, Apa yang Terjadi Selanjutnya?