Skrol untuk membaca pos

AMNU dan Pemkab Donggala Kawal Kampung Nelayan

Muh. Rifai
Founder AMNU Sulawesi Tengah Handrianto bersama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assagaf, S.Pi., M.H., saat audiensi membahas sinergi pengawalan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Donggala, Selasa (11/8/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Beberapa wilayah yang masuk dalam usulan tersebut antara lain Banawa, Tanantovea, Sindue, Sindue Tombusabora, Balaesang, Sojol, dan Sojol Utara. Ke depan, jumlah wilayah yang menjadi sasaran program ditargetkan mencapai 14 kecamatan.

Untuk Desa Pangalaseang, Dinas Perikanan dan Kelautan Donggala mengusulkan adanya forum diskusi dan tatap muka dengan masyarakat. Forum ini diperlukan agar warga memahami program, termasuk pengelolaan setelah pembangunan fisik selesai.

“Kami mengusulkan program Kampung Nelayan ini di 10 titik yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Banawa, Tanantovea, Sindue, Sindue Tombusabora, Balaesang, Sojol, dan Sojol Utara, dengan target ke depan mencapai 14 kecamatan,” jelas Ali Assagaf.

“Untuk Desa Panggalaseang, kami menyarankan pelaksanaan forum diskusi dan tatap muka agar masyarakat memahami ruang lingkup pasca-pembangunan konstruksi,” lanjutnya.

Selain forum diskusi, Dinas Perikanan juga mengusulkan perlombaan memancing di Desa Pangalaseang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memetakan potensi perikanan dan mengetahui basis nelayan yang ada di wilayah tersebut.

Lomba memancing juga diharapkan dapat membuat masyarakat lebih terlibat dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih. Dengan keterlibatan sejak awal, masyarakat diharapkan memiliki rasa ikut memiliki terhadap program yang dibangun di desa mereka.

Ali Assagaf mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Program tersebut juga perlu disertai dengan penguatan kemampuan masyarakat, akses pasar, pembiayaan, dan pendampingan.

“Kampung Nelayan Merah Putih harus dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi pesisir yang utuh melalui penguatan kapasitas, pengembangan pasar, akses pembiayaan, serta pendampingan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ali, pendekatan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan. Nelayan diharapkan mampu mengelola potensi ekonomi yang ada dan meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

“Pendekatan terintegrasi ini diharapkan dapat menghindarkan masyarakat dari ketergantungan bantuan, serta mendorong terbentuknya komunitas nelayan yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi mereka sendiri,” pungkasnya.

Kolaborasi AMNU Sulawesi Tengah dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala selanjutnya akan difokuskan pada Desa Pangalaseang. Dari wilayah tersebut, pengawalan Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat berlanjut ke titik lain yang telah diusulkan di Kabupaten Donggala.

Berita Lainnya