Perkembangan tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Ketidakpastian geopolitik biasanya meningkatkan minat terhadap aset safe haven seperti emas, sementara harapan perdamaian membantu menjaga sentimen pasar tetap stabil.
Meski demikian, penguatan dolar AS masih menjadi tantangan bagi kenaikan harga emas. Sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly, menegaskan bahwa inflasi masih memerlukan perhatian sehingga keputusan mengenai suku bunga akan bergantung pada data ekonomi berikutnya.
Saat ini perhatian pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, tren emas masih menunjukkan peluang melanjutkan penguatan. Harga telah berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 50 hari untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret. Sementara itu, indikator MACD terus bergerak positif dan Relative Strength Index (RSI) berada di atas level 60, yang menunjukkan momentum beli masih cukup kuat.
Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, peluang emas untuk kembali menguji level US$4.300 hingga melanjutkan kenaikan menuju area US$4.500 masih terbuka. Namun, investor tetap disarankan mencermati data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik yang berpotensi memicu volatilitas pasar dalam beberapa hari ke depan. ***




