Menurut Hasan, mempertahankan status Emerging Markets bukanlah tujuan akhir. OJK bersama SRO akan terus mempercepat berbagai reformasi agar pasar modal Indonesia semakin transparan, memiliki tata kelola yang baik, dan lebih menarik bagi investor.
“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.
OJK menilai prospek pasar modal Indonesia masih kuat karena didukung oleh kondisi ekonomi nasional yang stabil, jumlah investor yang terus bertambah, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja perusahaan tercatat yang tetap positif.
Di akhir keterangannya, OJK menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, Komisi XI DPR RI, SRO, pelaku industri, investor, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung reformasi pasar modal Indonesia.
OJK berharap kerja sama tersebut terus berlanjut agar pasar modal Indonesia semakin dipercaya investor global, memiliki daya saing yang lebih tinggi, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (Red)









