Namun PSG juga datang dengan sedikit kekhawatiran. Achraf Hakimi masih diragukan tampil akibat cedera paha dan belum bermain sejak semifinal melawan Bayern. Ousmane Dembele juga sempat mengalami masalah betis setelah ditarik keluar pada pertandingan liga terakhir mereka, meski keduanya sudah kembali berlatih.
Di kubu Arsenal, perjalanan menuju final terasa lebih sunyi tetapi sangat konsisten.
Tim asuhan Mikel Arteta membangun kekuatan dari organisasi permainan dan pertahanan yang disiplin. Arsenal mencatat sembilan clean sheet dan hanya kebobolan empat gol pada fase liga, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terbaik sepanjang kompetisi.
Perjalanan Arsenal menuju Budapest juga menunjukkan perkembangan mental mereka. Setelah mencapai perempat final pada 2023/24 dan semifinal pada 2024/25, kini mereka berhasil melangkah ke final pertama dalam 20 tahun terakhir.
Arsenal melewati lawan-lawan berat seperti Atletico Madrid, Bayern Munchen, Inter Milan, Bayer Leverkusen, dan Sporting CP. Mereka mungkin tidak seatraktif PSG dalam menyerang, tetapi Arsenal sangat efektif mengontrol permainan.
Kunci kekuatan Arsenal ada pada trio David Raya, William Saliba, dan Gabriel di lini belakang. Declan Rice menjadi penyeimbang di lini tengah, sementara Martin Odegaard tetap menjadi pengatur ritme permainan. Di depan, Bukayo Saka dan Viktor Gyokeres menjadi ancaman utama lewat kecepatan dan agresivitas mereka.
Arsenal juga membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah menutup musim Liga Primer Inggris dengan kemenangan 2-1 atas Crystal Palace. Sementara PSG justru kalah 1-2 dari Paris FC pada laga terakhir Ligue 1.
Meski demikian, Arsenal juga memiliki persoalan cedera. Noni Madueke diragukan tampil akibat cedera hamstring. Jurrien Timber masih berpacu dengan waktu untuk pulih dari cedera pangkal paha, sedangkan Ben White dipastikan absen karena cedera lutut serius.
Secara permainan, final ini diprediksi menjadi duel dua karakter berbeda.
PSG bermain dengan tempo cepat dan agresif. Mereka sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang terbuka. Sebaliknya, Arsenal lebih nyaman bermain rapi, menjaga bentuk pertahanan, lalu menyerang lewat transisi cepat.
Banyak pihak melihat final ini sebagai pertarungan lini serang PSG melawan pertahanan Arsenal.







