Skrol untuk membaca pos

XAUUSD Sedang Terjebak, Break di Area Ini Bisa Ubah Arah Market

Muh. Rifai
Foto: Ist
A-AA+A++

Pergerakan harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih berada dalam tekanan bearish pada perdagangan 25–29 Mei 2026. Sentimen pasar saat ini dipengaruhi kombinasi faktor fundamental dan teknikal, mulai dari meredanya tensi geopolitik Timur Tengah, sikap Federal Reserve AS yang masih hawkish, hingga struktur teknikal market yang belum menunjukkan tanda pembalikan tren naik.

Sepanjang pekan lalu, harga emas bergerak relatif tenang menjelang libur panjang Memorial Day di Amerika Serikat. Harga spot bertahan di sekitar level psikologis US$4.500 per ons, namun kekuatan buyer terlihat mulai melemah dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Pelaku pasar menilai meredanya ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti emas. Laporan mengenai pembicaraan damai yang dimediasi Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran memberi harapan terhadap kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz.

Jika kesepakatan benar-benar tercapai, pasar menilai risiko gangguan rantai pasokan energi global akan berkurang. Kondisi tersebut membuat aliran dana ke emas mulai melambat.

Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons pelantikan resmi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve AS. Dalam pidato awalnya, Warsh belum memberikan sinyal perubahan arah kebijakan moneter secara cepat.

Hal itu membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali tertahan. Dolar AS pun menguat setelah data ekonomi Amerika Serikat masih tergolong cukup stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Penguatan dolar dan tingginya suku bunga biasanya menjadi tekanan tambahan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Dari sisi teknikal, tekanan bearish juga masih cukup terlihat pada timeframe Daily maupun H4.

Pada timeframe Daily, harga emas masih bergerak di bawah awan Ichimoku. Kondisi tersebut menunjukkan seller masih menguasai market. Garis Tenkan-sen dan Kijun-sen mulai mendatar setelah reli panjang sebelumnya, menandakan momentum bullish mulai kehilangan tenaga.

Selain itu, pola lower high masih terus terbentuk. Kenaikan harga sebelumnya juga beberapa kali gagal menembus area resistance penting sehingga market kini masuk fase konsolidasi.

Candle Daily yang mulai mengecil menandakan pelaku pasar sedang menunggu arah breakout berikutnya. Untuk sementara, tekanan downside masih dinilai sedikit lebih dominan dibanding peluang kenaikan besar.

Berita Lainnya

Fed Naikkan Bunga, Harga Emas Dunia Mulai Tertekan
Fed Naikkan Suku Bunga, Warsh Masih Hawkish: Apa Dampaknya ke Harga Emas?
Emas Dunia Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Keputusan The Fed
Gold (XAU/USD) Rebound ke US$4.385 Setelah CPI AS, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
XAUUSD Setelah CPI AS, Apakah Masih Berpeluang Naik?
Harga Gold Hari Ini Menunggu CPI AS, XAUUSD Berpotensi Bergerak Tajam