Skrol untuk membaca pos

GoTo Buyback Rp3,5 Triliun, Pastikan Sesuai Aturan OJK

Muh. Rifai
Foto: Goto
A-AA+A++

Dalam tanggapannya kepada BEI, Perseroan juga memastikan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik selain informasi yang telah dipublikasikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

“Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik sesegera mungkin pada saat Perseroan mengetahui atau selayaknya mengetahui informasi atau fakta material paling lambat sebelum dimulainya sesi I perdagangan di Bursa Efek pada hari kerja berikutnya,” tulis manajemen dalam surat tersebut.

GoTo menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi ketentuan keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, termasuk perubahan aturan terbaru melalui POJK No. 45 Tahun 2024.

Selain menjawab permintaan klarifikasi BEI, GoTo juga mengungkapkan rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan. Perseroan akan mengajukan proposal buyback saham baru senilai maksimal Rp3,5 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026.

Jika disetujui pemegang saham, program buyback saham 2026–2027 akan berlangsung selama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Manajemen GoTo menyatakan buyback dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal serta mengoptimalkan struktur permodalan Perseroan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat membuat harga saham Perseroan lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Perseroan juga menyebut buyback diharapkan mampu mendukung potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham di masa depan.

Meski demikian, implementasi buyback tetap akan mempertimbangkan kondisi bisnis dan keputusan manajemen, termasuk dampak perubahan regulasi terhadap kegiatan usaha Perseroan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi perubahan ketentuan terkait pembagian pendapatan yang diterima Perseroan dari mitra pengemudi.

GoTo menegaskan akan tetap menerapkan pendekatan disiplin dan penuh kehati-hatian dalam pengelolaan modal guna menjaga pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. (Rfi)

Berita Lainnya

Transisi Bisnis TBS Berbuah Predikat Saham Hijau dari BEI
Saham ADHI Disuspensi BEI
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Ini Pilihannya
Elnusa Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar, Ini Tujuan dan Dampaknya
Harga Teoretis Saham MLPT Jadi Rp1.040 Usai Stock Split
IHSG Naik 0,83 Persen, Enam Emiten Baru Ramaikan Bursa