PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp75 per saham. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Mei 2026 dan diumumkan melalui surat resmi perseroan tertanggal 22 Mei 2026.

Dalam surat bernomor 021/STAA-CS/V/2026 yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan menyampaikan total laba bersih yang dibagikan sebagai dividen mencapai Rp817.607.152.500.

Manajemen perusahaan menyebutkan bahwa setiap pemegang saham yang tercatat pada recording date akan memperoleh dividen sebesar Rp75 per lembar saham. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026.

Direktur Utama PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, Mosfly Ang, dalam surat resmi tersebut menyampaikan bahwa pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perusahaan kepada para pemegang saham.

“Setiap pemegang saham akan memperoleh Rp75 per lembar saham yang akan dibayarkan sesuai jadwal,” demikian isi pengumuman resmi perseroan.

Adapun jadwal pembagian dividen tunai STAA adalah sebagai berikut:

  • Cum dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi: 2 Juni 2026
  • Ex dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi: 3 Juni 2026
  • Cum dividen untuk perdagangan di pasar tunai: 4 Juni 2026
  • Ex dividen untuk perdagangan di pasar tunai: 5 Juni 2026
  • Recording date DPS yang berhak atas dividen: 4 Juni 2026
  • Tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2025: 11 Juni 2026

Pembagian dividen ini menjadi salah satu bentuk apresiasi perseroan terhadap dukungan para investor di tengah kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Nilai dividen yang dibagikan juga mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas dan arus kas.

Sebagai informasi, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham STAA.

Pengumuman dividen tunai ini menjadi perhatian pelaku pasar karena memberikan sinyal positif terhadap kondisi keuangan perusahaan. Investor umumnya mencermati besaran dividen dan rasio pembayaran sebagai salah satu indikator kesehatan emiten.

Hingga pengumuman ini diterbitkan, belum terdapat perubahan terhadap jadwal pembayaran dividen yang telah ditetapkan perusahaan. Perseroan juga mengimbau para pemegang saham untuk memperhatikan tanggal recording date agar dapat memperoleh hak dividen sesuai ketentuan yang berlaku. (Rfi)

Judul Alternatif: