Skrol untuk membaca pos

Polda Sulteng Bongkar 60 Kg Sabu Jaringan Malaysia

Muh. Rifai
Polda Sulawesi Tengah menggelar konferensi pers pengungkapan 60 kilogram sabu jaringan Malaysia, di lobi utama Mapolda Sulteng, Kamis (13/11/2025). Foto: Polda Sulteng
A-AA+A++

Polda Sulawesi Tengah kembali menorehkan capaian besar dalam pemberantasan narkoba setelah berhasil menyita 60 kilogram sabu dalam sebuah operasi terpadu di Kabupaten Donggala, Kamis (13/11/2025). Penangkapan ini menjadi pengungkapan terbesar sepanjang sejarah berdirinya Polda Sulteng dan semakin mempertegas komitmen kepolisian memberantas peredaran narkotika lintas negara di wilayah tersebut.

Operasi besar ini berlangsung kurang dari tiga pekan setelah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi resmi memimpin Polda Sulteng. Di bawah kepemimpinannya, Polda Sulteng langsung mencatat rekor baru dalam pengungkapan sabu terbesar. Keberhasilan tersebut memperlihatkan keseriusan kepolisian daerah dalam menekan jaringan internasional yang memanfaatkan jalur laut Sulawesi Tengah untuk memasok narkoba dari luar negeri.

Pengungkapan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di lobi utama Mapolda Sulteng pada Selasa (18/11/2025). Kapolda Sulteng Irjen Endi Sutendi hadir bersama Kabidhumas Kombes Pol Djoko Wienartono dan Dirresnarkoba Kombes Pol Pribadi Sembiring. Di hadapan media, kepolisian menunjukkan barang bukti sabu beserta lima tersangka yang telah diamankan dalam operasi tersebut.

Kelima tersangka terdiri dari AF (37), MF (30), M (70), SR (20), dan I (57). Mereka diduga merupakan bagian dari jaringan internasional asal Tawau, Malaysia. Polisi menjelaskan bahwa masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari kurir yang bertugas mengambil sabu dari pesisir hingga pihak yang berperan sebagai penghubung dan pengendali lapangan. Semua proses pengiriman itu diduga menggunakan modus melalui jalur laut sebelum sabu dipindahkan ke wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya, Kapolda Sulteng Irjen Endi Sutendi mengapresiasi dedikasi para personel Ditresnarkoba yang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba berskala besar tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam upaya memerangi peredaran narkotika yang mengancam masa depan generasi muda.

“Narkoba adalah musuh bersama. Saya imbau seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk waspada dan segera melapor bila mengetahui adanya peredaran narkoba. Mari kita lindungi generasi muda dari ancaman ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat. Menurutnya, informasi dari masyarakat selama ini sangat membantu proses pengungkapan berbagai kasus narkoba, termasuk operasi terbesar yang baru saja dilakukan tersebut.