Rambutnya mungkin telah memutih. Wajahnya mungkin telah penuh guratan waktu. Tapi semangatnya tidak pernah pudar.
Ia masih berdiri di garis depan. Masih turun ke lapangan. Masih mengetik berita. Masih memperjuangkan kebenaran.
Dari seorang loper koran hingga menjadi pemimpin media besar di Sulawesi Tengah, kisahnya adalah bukti bahwa mimpi besar butuh perjuangan besar.
Bahwa di balik setiap berita yang kita baca, ada seseorang yang berjuang mati-matian untuk menyampaikannya.
Dan selama masih ada kebenaran yang harus diperjuangkan, Bang Doel tidak akan berhenti.
Tidak banyak orang yang berani bermimpi besar. Tidak banyak yang berani memulai dari nol. Tidak banyak yang mampu bertahan di tengah badai.
Bang Doel telah melalui semuanya.
Pers bukan hanya tentang berita. Pers adalah suara rakyat. Pers adalah napas demokrasi.
Dan selama dunia masih butuh kebenaran, selama ada suara yang harus disampaikan, Bang Doel akan tetap ada, memastikan bahwa keadilan terus hidup.
Beritaku Tak Berkawan. Tapi, Selalu Berpihak Pada Kebenaran.***




