“Yang perlu digaris bawahi bahwa semangat Sulteng melihat kebutuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi yang ada di wilayah Sulteng sangatlah besar, dan melihat potensi yang ada pada lintas jalur laut pada kawasan Selat Malaka terdapat 120 ribu kapal hilir mudik setiap tahun,” ujarnya.
Selat Makassar terdapat 36 ribu kapal hilir mudik setiap tahun, Selat Sunda terdapat 56 ribu kapal hilir mudik setiap tahun dan sementara berdasarkan data yang ada bahwa kapal yang melintasi wilayah Sulteng setiap tahunnya hampir 300 ribu pertahunnya. Namun tidak ada hasil yang didapatkan dari para kapal-kapal yang melintasi wilayah Sulteng hingga saat ini.
“Jika hal ini dapat dikelolah dengan baik, maka Sulteng akan dapat memperoleh sumber pendapatan yang cukup besar,” ujar Alimudin.
Selain itu, Dr.Ir.Alimuddin Paada sangat merespon dengan baik dan sangat menyetujui rencana pembangunan jalan Tol pada ruas jalan Kasimbar-Tambu.
Hal ini sangat memiliki potensi yang cukup besar bagi pendapatan ekonomi Sulteng, karena jalan tersebut menjadi jalur perdagangan bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas bongkar muat dari hasil – hasil pertanian milik masyarakat, sehingga secara otomatis perpuratan perekonomian akan semakin membaik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulteng pasti akan mengalami peningkatan secara singnifikan.
Sementara itu, menurut Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Selaku Ketua Panitia, Dr.Farid Yotolembah,M.Si, dalam laporannya mengatakan bahwa Tema FGD Selat Makassar Summit Tahun 2024 yakni Membangun Kerjasama Pemerintahan Antar Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah di Kawasan Selat Makassar sebagai wujud dukungan terhadap IKN.
“Maksud diadakannya FGD Selat Makassar Summit Tahun 2024 ini adalah sebagai langkah koordinasi dan kolaborasi untuk membangun komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya pengelolaan dan sumber daya kemaritiman dan infestasi, pusat pertumbuhan ekonomi kelautan dan mendukung pembangunan IKN melalui pembangunan infrastruktur konektivitas yang merata dan berkeadilan, serta bertujuan memahami potensi dan peluang sekaligus hambatan dan tantangan pembangunan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kelautan di Kawasan Selat Makassar,” terang Farid Yotokembah.




