Polda Sulawesi Tengah akan memulai Operasi Aman Tinombala 2026 pada 28 Oktober hingga 31 Desember 2026 untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi selama 65 hari tersebut melibatkan 914 personel dari Polda Sulteng dan polres jajaran.
Persiapan operasi ini dibahas dalam latihan praoperasi yang dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rizal Irawan di Aula Rupatama Lantai I Polda Sulteng, Senin (26/10/2026). Pada hari yang sama, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah juga menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Tinombala 2026 melalui Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandy Adhi Prabowo, yang mewakili Ketua DPRD Sulteng.
Kehadiran Dandy dalam apel tersebut menjadi bentuk dukungan DPRD Sulteng terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas dan menciptakan keamanan di jalan raya.
Apel gelar pasukan Operasi Patuh Tinombala dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng, Sisliandy Ponulele, yang mewakili gubernur, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur terkait lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda bersama jajaran Forkopimda memeriksa kesiapan personel dan kelengkapan kendaraan operasional. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dan sarana pendukung sebelum operasi dilaksanakan.
DPRD Sulteng memandang sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban masyarakat. Dalam konteks Operasi Patuh Tinombala, dukungan tersebut berkaitan dengan peningkatan kedisiplinan pengguna jalan, pengurangan pelanggaran, serta pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, untuk Operasi Aman Tinombala 2026, Polda Sulteng menyiapkan 164 personel dari satuan tugas Polda dan 750 personel dari satuan tugas polres jajaran. Latihan praoperasi dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, pola pikir, dan pola tindak personel dalam menangani karhutla.
Kapolda meminta seluruh personel mempersiapkan sarana operasional, alat komunikasi, serta dukungan petugas kesehatan lapangan. Personel juga diminta mengatur pergantian tugas dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Operasi Aman Tinombala akan berfokus pada tiga aspek, yakni pencegahan melalui patroli, sosialisasi, dan deteksi dini titik api; penanggulangan melalui tindakan cepat dan koordinasi lintas instansi; serta pemulihan lingkungan untuk mencegah kejadian berulang.



