Skrol untuk membaca pos

Ambo Dalle Ajak Pengusaha Lokal Rebut Peluang Bisnis Tambang

Muh. Rifai
H. Ambo Dalle saat menjadi pemantik dalam Silaturahmi dan Diskusi Panel HMI/Keluarga Besar Hijau Hitam yang membahas peluang dan tantangan pengusaha lokal di sektor pertambangan Sulawesi Tengah di Resto Foodie, Palu, Minggu (31/8/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Wakil Ketua III DPRD Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, mengajak pengusaha lokal berani mengambil peluang bisnis di sektor pertambangan. Ia menilai, perkembangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah membuka banyak ruang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha daerah.

Hal tersebut disampaikan H. Ambo Dalle saat menjadi pemantik dalam kegiatan Silaturahmi dan Diskusi Panel HMI/Keluarga Besar Hijau Hitam di Resto Foodie, Palu, Minggu, 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pengusaha Lokal di Bisnis Sektor Pertambangan Sulawesi Tengah”.

Selain sebagai pemantik diskusi, Ambo Dalle hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum BPW HIPKA Sulawesi Tengah.

Dalam diskusi itu, Ambo Dalle mengatakan pengusaha lokal perlu melihat perkembangan pertambangan sebagai peluang untuk mengembangkan usaha.

Menurutnya, pelaku usaha daerah tidak harus berfokus pada kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk dapat masuk dalam bisnis pertambangan.

Masih banyak peluang lain yang dapat dimanfaatkan, terutama pada sektor jasa pertambangan dan kontraktor pertambangan.

“Kenapa kita tidak bisa menjadi pelaku dari setiap peluang yang ada di daerah kita sendiri?” menjadi salah satu poin yang disampaikan Ambo Dalle dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, pengusaha lokal memiliki peluang untuk terlibat sebagai kontraktor mining melalui perusahaan jasa pertambangan.

Peluang tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan agar masyarakat dan pengusaha yang berasal dari Sulawesi Tengah dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pertambangan di daerah.

Perkembangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah saat ini juga ikut mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan usaha pendukung.

Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk menyediakan berbagai kebutuhan perusahaan pertambangan, termasuk melalui jasa dan pekerjaan yang dapat dikerjakan perusahaan daerah.

Ambo Dalle juga membahas persaingan usaha di sejumlah kawasan industri dan pertambangan di Sulawesi Tengah.

Ia menyebut Morowali dan Morowali Utara sebagai wilayah yang mengalami perkembangan industri cukup pesat. Sejumlah pelaku usaha dari luar daerah disebut telah lebih dahulu masuk dan mengambil peluang bisnis yang tersedia.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi pengusaha lokal untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan usaha.

Berita Lainnya

DPRD Sulteng Setujui Raperda Perilaku Seksual Masuk Propemperda 2027
Komisi IV DPRD Sulteng Matangkan Perubahan Perda Penyelenggaraan Kesehatan
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palu 1 September 2026
DPRD Sulteng Desak DBH Tambang Dibuka Lebih Transparan
Eksepsi PT GNI dan SEI Kandas, Sengketa Lahan Masuk Pembuktian
Bahlil Janji Revisi Kepmen ESDM 157, Sulteng Menunggu