Ketika ditanya uang yang dipinjamnya digunakan untuk apa? Kasfiani mengatakan, bahwa uang tersebut ada yang digunakan untuk keperluan kantor, pembayaran mess dan ada untuk keperluan bupati yang ia sendiri tidak tahu.
“Terus ada untuk ibu bupati, anaknya bupati. Kalau untuk anaknya bupti itu sekitar Rp30 jutaan, Untuk ibu bupati itu Rp100 juta lebih, kalau untuk bupati 150 juta, dan saya hanya disuruh,” urainya sambil menahan air mata.
Informasi lain diperoleh menyebutkan, selain Kasfiani, penyidik juga sudah memanggil dan memeriksa Sekda dan Bendahara.
“Pemeriksaan saya lanjut lagi di hari Rabu, dengan membawa bukti-bukti rekening koran aliran dana dari rekening saya,” pungkasnya.
Sementara Kasat Reskrim Pasangkayu, AKP Adrian Batubara, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan pengumpulan keterangan saksi-saksi.
“Nanti kami akan sampaikan hasilnya kalau sudah selesai, yah,” singkatnya.







