“Keputusan akhir tentang calon gubernur dan wakil gubernur akan ditentukan oleh DPP berdasarkan syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti hasil survei dan disetujui oleh partai lain”, jelasnya.
Dikatakan, dalam beberapa Pilkada sebelumnya, sudah terbukti bahwa jabatan wakil gubernur wilayah timur mampu memberikan kekuatan politik yang signifikan bagi pasangan calon. Hal ini menjadi alasan utama mengapa PDIP lebih memilih untuk mengusulkan kader dari wilayah timur sebagai calon wakil gubernur, selain karena pertimbangan pengalaman dan dukungan dari basis politik.
Menurut Lahi, keputusan ini juga didasari oleh aspirasi dari kader-kader PDIP di seluruh Sulawesi Tengah yang merasa bahwa partai harus mendukung kader dalam Pilkada 2024. Bagi mereka, PDIP harus memilih kader yang terbaik dan paling mumpuni untuk mewakili partai di Pilkada.
Hal ini juga sejalan dengan visi PDIP sebagai partai yang pro-kader. Selain memperkuat basis politik di Sulawesi Tengah, PDIP juga ingin memberikan kesempatan bagi kader-kader untuk berperan aktif dalam dunia politik dan pemerintahan di daerahnya masing-masing. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara partai dan kader-kader tersebut.
Namun, pada akhirnya keputusan akhir akan tetap ada di tangan DPP PDIP. Semua pihak pun diminta untuk tetap menghormati dan menghargai keputusan yang akan diambil. Bagi PDIP, yang terpenting adalah memastikan bahwa calon gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan merupakan kandidat terbaik yang mampu memimpin Sulawesi Tengah ke arah yang lebih baik.
Dengan semangat memperkuat basis politik di Sulawesi Tengah, PDIP Sulteng terus bergerak maju untuk mempersiapkan diri menghadapi Pilkada 2024. Keputusan untuk mengusulkan kader calon wakil gubernur




