Skrol untuk membaca pos

Bisnis Pembangkit listrik Tenaga Surya Bakal Bangkit, PLN Terancam?

Muh. Rifai
ilustrasi PLTS. foto://riautrust.com
A-AA+A++

JAKARTA –Para pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ketiban rezeki nomplok. Terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN, membuat gerak bisnis pengembang makin leluasa.

Bukan saja melayani PLTS skala besar, tetapi juga masuk ke ritel yakni rumah tangga. Bahkan ada indikasi peralihan pemakaian listrik dari memakai jaringan PLN menjadi memakai PLTS secara mandiri.

Founder and Chief Executive Officer (CEO) Baran Energy Victor Wirawan mengungkapkan, dengan aturan tersebut pihaknya merasa sangat terbantu lantaran apa yang dirintis Baran Energy kini sudah dimudahkan. “Saya juga kaget dengan aturan itu, ternyata memudahkan kami berbisnis,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (7/12).

Tahun depan, Baran Energy menyediakan PLTS sampai 62 megawatt (MW) dengan total investasi mencapai US$ 1,2 triliun. Keperluan PLTS sebanyak itu banyak diminta kawasan industri, pabrik, pebisnis menengah, kafe, restoran, rumahsakit, dan sampai ke rumah tangga.

Victor mengatakan, dengan keluarnya regulasi tersebut, banyak pabrik yang meminta pemasangan PLTS hingga 100% on grid. Maksudnya, mereka ingin memasang PLTS sampai sesuai daya yang selama ini mereka beli dari PLN.

Misalnya, untuk pabrik dengan pemakaian 12 MW, perusahaan tersebut bisa memasang PLTS rooftop atau atap senilai Rp 12 miliar per 1 MW, atau Rp 144 miliar untuk 12 MW. Dia mengatakan, pemakaian PLTS rooftop bisa mencapai 15 tahun. “Saya kasih garansi sampai 10 tahun,” ujar dia.

Bandingkan dengan memakai listrik PLN yang tarifnya bisa naik 10% per tahun, pengeluaran akan jauh lebih besar. “Tetapi pemakaian PLN tetap jangan diputus, ini untuk efesiensi saja memakai PLTS, karena memang pemakaian PLTS tergantung cuaca,” ujar dia.

Victor memang tak menyangkal dengan terbitnya aturan tersebut banyak kliennya dari pabrik, pebisnis menengah, dan rumah tangga meminta PLTS rooftop 100% on grid. “Mereka ingin pasang sesuai daya mereka saat ini yang dibeli dari PLN,” ujar dia.

Saat ini Baran Energy juga tengah bekerjasama dengan 19 pengembang perumahan untuk pemasangan PLTS rooftop. Victor mengklaim, produknya memakai produk baterai yang dipakai Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat.