WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

BMKG: Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Muh. Rifai
A-AA+A++

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin (16/6), dipastikan terjadi akibat aktivitas Sesar Sausu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault serta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 kilometer. Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.




“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Nelly saat memberikan keterangan di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil analisis intensitas BMKG, wilayah Palolo di Kabupaten Sigi menjadi daerah yang merasakan getaran paling kuat dengan skala VII MMI. Pada tingkat ini, kerusakan ringan hingga sedang dapat terjadi pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.

Sementara itu, wilayah Torue dan Parigi Selatan mengalami intensitas VI hingga VII MMI. Getaran dengan skala V hingga VI MMI juga dirasakan di Sigi Biromaru dan Kota Palu. Di daerah lain seperti Kota Poso, Donggala, dan Pasangkayu, gempa dirasakan pada intensitas IV hingga V MMI.

Selain menimbulkan kepanikan warga, gempa juga menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan dan infrastruktur di beberapa daerah terdampak. BMKG menerima laporan kerusakan yang tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat dampak yang berbeda-beda.

Wilayah Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak kerusakan paling besar yang tercatat pada intensitas VII MMI. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso dengan skala intensitas VI MMI. Sementara itu, Parigi Moutong dan Banawa Selatan mengalami dampak pada intensitas V MMI. Adapun wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak kerusakan pada intensitas IV MMI.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung setelah gempa utama terjadi. Hingga pukul 12.00 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi sebanyak 20 kali gempa susulan atau aftershock.