Mengenal Teknologi Ultra Fast Charging untuk Mobil Listrik

Walaupun memiliki banyak keunggulan dari kendaraan konvensional, mobil listrik butuh waktu pengisian tenaga yang lebih lama. Oleh karena itu, banyak program penelitian yang mengembangkan teknologi pengisian daya untuk mobil listrik. Salah satu contohnya adalah Ultra Fast Charging yang diklaim mampu mengisi daya dalam waktu singkat.

Apa itu Teknologi Ultra Fast Charging untuk Mobil Listrik?

Pada dasarnya, teknologi ini adalah inovasi pengisian daya mobil listrik dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan. Teknologi ini bertujuan untuk mempersingkat waktu proses pengisian daya mobil listrik.

Sebagai informasi, sebuah mobil listrik membutuhkan waktu lebih dari 60 menit atau 1 jam agar bisa terisi penuh. Hal ini tentu menjadi sebuah kekurangan jika dibandingkan dengan waktu pengisian bahan bakar mobil konvensional.

Inilah alasan mendesak mengapa teknologi ini sangat penting dan dibutuhkan bagi pemerataan program kendaraan listrik. Untuk saat ini, teknologi fast charging tercepat adalah milik Hyundai Ioniq 5 yang mampu mengisi kendaraan hanya dalam hitungan 17 menit saja. 

Meskipun demikian, teknologi pengisian daya cepat ini belum bisa dirasakan merata oleh pengguna mobil listrik Indonesia. Pasalnya, dari 267 unit SPKLU yang tersedia, baru beberapa unit saja yang sudah menerapkan teknologi pengisian daya cepat. 

Pengembangan teknologi ultra fast charging terus dilakukan. Tujuannya adalah tentu meningkatkan performa kendaraan listrik di masa mendatang. Menurut beberapa ilmuwan, teknologi fast charging ini bahkan memungkinkan penggunanya mengisi daya baterai untuk mobil listrik hanya dalam hitungan 10 menit saja. Apakah mungkin?

Hal ini sangat mungkin terjadi karena teknologi ini menggunakan bantuan dari kecerdasan buatan (AI) yang menggunakan material dan struktur sel khusus. Contohnya adalah teknologi baterai dari Jerman, yaitu Desten yang menggunakan sel yang mampu mencapai 3000 siklus atau menempuh total jarak hingga 1,5 juta km. Dengan mengedepankan stabilitas termal selama proses pengisian, teknologi ini bisa mempertahankan suhu baterai dalam kondisi aman.

BACA JUGA  Merek Mobil Listrik 500 Jutaan ke Atas yang Jadi Pilihan

Pengadaan Teknologi Ultra Fast Charging di SPKLU

Indonesia menjadi salah satu negara yang mulai mencanangkan program kendaran listrik untuk melindungi tatanan bumi dari ancaman pemanasan global. Salah satu caranya adalah menyediakan subsidi pajak untuk mobil listrik serta menyediakan sistem pengisian daya yang memadai.

Salah satu teknologi yang diusung oleh SPKLU milik PLN adalah ultra fast charging dengan kapasitas 150 KiloWatt dengan perkiraan waktu pengisian hanya 20 menit saja. Teknologi ini masih menjadi produk langka yang baru muncul pada PLN UID Gambir, Jakarta Pusat.

Karena membutuhkan anggaran yang cukup besar, teknologi ini masih menjadi satu-satunya yang tersedia di Indonesia. Namun, teknologi ini akan terus berkembang dan menjadi fasilitas yang akan membantu Indonesia menjadi salah satu negara yang sadar akan keselamatan Bumi.

Untuk diketahui, teknologi ultra fast charging ini terhitung unit yang baru didatangkan, tepatnya pada November 2019 silam. Walaupun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar, beberapa SPKLU di kota besar Indonesia juga sudah menyediakan alternatif teknologi lain, yakni pengisian cepat berkapasitas 50 Kilowatt. Konon unit ini sudah mampu mengisi daya dalam waktu 1,5 jam saja.

Program Pengembangan Pengisian Daya dari SPKLU

SPKLU sebagai pusat layanan pengisian daya untuk mobil listrik mulai gencar menambah unit dan memperbaiki kinerja unit yang tersebar pada 267 titik SPKLU. PLN selaku penanggung jawab bahkan menargetkan pengadaan SPKLU sebanyak 580 titik di seluruh Indonesia.

Selain mendukung pengisian cepat, SPKLU juga menerapkan teknologi berstandar IP 55 (Ingress Protection) yang memungkinkan unit pengisi daya tahan terhadap air dari segala arah. Tidak hanya itu PLN juga mencanangkan untuk membangun teknologi mutakhir yang akan tersebar di seluruh titik SPKLU.

BACA JUGA  Presiden Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Indonesia

PLN bahkan telah menginvestasikan total dana senilai Rp72,84 miliar untuk program 60 unit SPKLU ultra fast charging dengan kapasitas daya hingga 200 KiloWatt. Selain perencanaan tersebut, PLN juga terus mengadakan pengadaan teknologi pengisian cepat untuk seluruh SPKLU yang beroperasi.

Nah, itulah beberapa informasi penting mengenai pengisian daya ultra fast charging untuk mobil listrik. Dengan adanya program-program tersebut, Indonesia diharapkan menjadi salah satu negara yang ikut membantu melindungi Bumi dari kerusakan yang lebih parah.

Komentar