Singapore Open Jadi Panggung Emosional Rehan/Gloria Usai Cedera
Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja akhirnya kembali tampil di turnamen internasional setelah melewati masa sulit akibat cedera. Singapore Open 2026 menjadi panggung comeback bagi keduanya setelah Rehan harus menepi cukup lama karena cedera lutut kiri yang dialaminya saat tampil di Macau Open pada Agustus 2025 lalu.
Kembalinya Rehan/Gloria bukan sekadar soal kembali bertanding. Ada semangat untuk membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing di level atas, sekaligus menjawab keraguan setelah absen panjang dari turnamen internasional.
Rehan mengaku bersyukur akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan. Baginya, perjalanan menuju titik ini tidak mudah karena harus melalui proses pemulihan yang panjang dan menguras mental.
“Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa comeback di pertandingan internasional. Memang jalannya tidak mudah buat saya jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, mencoba untuk menikmati pertandingan pertama dulu,” ujar Rehan.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Rehan kini memilih menikmati proses dibanding langsung membebani diri dengan target tinggi. Cedera yang dialaminya membuat ia belajar menghargai setiap kesempatan kembali bermain di lapangan.
Di sisi lain, Gloria mengaku senang melihat perkembangan kondisi pasangannya yang dinilai sangat cepat pulih. Menurutnya, proses recovery Rehan berjalan lebih baik dari perkiraan dan itu menjadi modal penting untuk kembali membangun performa pasangan ini.
“Yang pasti happy, maksudnya senang karena melihat Rehan punya progress yang sangat-sangat baik dan cepat recoverynya. Jadi kami memang mau kembali dan punya performa bagus di lapangan. Hasil nomor sekian tapi setidaknya kami mau performa yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” kata Gloria.
Bagi Gloria, comeback kali ini juga terasa lebih emosional. Ia menyebut masih ada tujuan yang belum selesai bersama Rehan. Karena itu, ia ingin keduanya bisa kembali menikmati permainan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
“Dengan dukungan penuh yang kami dapat, kami juga ingin membuktikan dengan kasih yang terbaik. Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan jadi saya bilang sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik,” ucap Gloria.
Cedera yang dialami Rehan memang sempat menjadi pukulan besar. Dalam beberapa bulan terakhir, ia harus menjalani pemulihan intensif sambil menjaga kondisi mental agar tetap stabil. Rehan mengungkapkan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi alasan utama dirinya mampu bangkit.
“Saya terus mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa,” kata Rehan.
“Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit,” lanjutnya.
Kini, Rehan/Gloria mencoba membuka lembaran baru di Singapore Open 2026. Meski belum memasang target muluk, keduanya ingin menjadikan turnamen ini sebagai momentum untuk kembali menemukan ritme permainan terbaik.
Selain Rehan/Gloria, tim bulutangkis Indonesia lainnya juga sudah berada di Singapura dan menjalani sesi latihan perdana di Singapore Indoor Stadium. Adaptasi dinilai tidak terlalu sulit karena mayoritas pemain sudah cukup familiar dengan kondisi arena pertandingan.
“Saya, kak Gloria dan kita semua tim Indonesia kan sudah sering main di sini jadi tidak ada yang terlalu berbeda kondisinya. Adaptasi juga tidak terlalu sulit, tadi coba lebih enak in feeling-feelingnya,” terang Rehan.
Singapore Open 2026 sendiri berlangsung pada 26-31 Mei dan masuk dalam kalender BWF Super 750. Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat dan menjadi salah satu ajang bergengsi di kawasan Asia.
Indonesia menurunkan sejumlah pemain terbaiknya di turnamen tersebut. Di sektor tunggal putra ada Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Sementara tunggal putri diwakili Putri Kusuma Wardani.
Untuk ganda putra, Indonesia menurunkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Di sektor ganda putri ada pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sedangkan ganda campuran selain Rehan/Gloria juga diperkuat Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.
Kehadiran kembali Rehan/Gloria menjadi salah satu cerita yang paling dinantikan di Singapore Open tahun ini. Setelah melewati cedera dan masa pemulihan panjang, pasangan ini kini datang dengan semangat baru dan tekad untuk kembali bersaing. (PBSI/Red)


