Chapter terbaru manga One Piece kembali menghadirkan perkembangan besar dalam arc Elbaf. Pada chapter 1183 yang berjudul “Good Day Mermaid”, pembaca disuguhkan pertarungan yang masih berlangsung di berbagai lokasi, sekaligus awal kisah masa lalu Brook yang akhirnya mulai diperlihatkan oleh Eiichiro Oda.

Cover spread chapter kali ini memperlihatkan Kru Topi Jerami bersama kawanan gajah. Ilustrasi tersebut langsung mencuri perhatian penggemar karena tampil santai di tengah situasi cerita yang semakin memanas.

Di sisi utama cerita, Sanji dikabarkan tiba di desa para raksasa dan langsung terlibat pertarungan melawan MMA Zaza. Kehadiran Sanji diprediksi akan membawa perubahan dalam konflik yang sedang berlangsung di Elbaf.

Sementara itu, pertarungan Loki dan Ragnar melawan Imu masih terus berlanjut. Situasi pertempuran semakin serius setelah muncul pernyataan dari Imu yang menyebut bahwa Nika dan Nidhogg akan mati, sama seperti sosok bernama Dozan. Pernyataan tersebut memicu banyak teori baru di kalangan penggemar terkait identitas dan hubungan Dozan dengan cerita utama.

Bagian paling menarik dalam chapter ini adalah dimulainya flashback Brook. Setelah bertahun-tahun sejak kemunculan pertamanya, pembaca akhirnya bisa melihat wajah Brook saat masih muda. Penampilan tersebut menjadi sorotan besar karena untuk pertama kalinya mata Brook diperlihatkan secara jelas tanpa kacamata.

Flashback membawa cerita ke masa ketika Brook masih berusia 20 tahun. Saat itu ia tinggal di Kerajaan Esperia bersama seorang putri berusia tujuh tahun bernama Putri Shuri. Brook diketahui menjabat sebagai pemimpin konvoi tempur di kerajaan tersebut.

Dalam cerita masa lalu itu, Brook digambarkan sebagai sosok yang cukup terkenal di Kerajaan Esperia. Popularitasnya bahkan disebut hanya kalah dari sang ratu. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Brook memang memiliki pengaruh besar jauh sebelum bergabung dengan Bajak Laut Rumbar.

Suatu hari, sebuah insiden terjadi ketika seorang gangster mencoba menyerang sang ratu. Brook kemudian turun tangan dan berhasil mengalahkan gangster tersebut beserta kelompok sindikatnya. Aksi itu semakin membuat nama Brook dikenal luas di kerajaan.

Chapter ini juga mengungkap identitas sang ratu yang bernama Queen Candel. Menariknya, sebelum menjadi ratu, Queen Candel ternyata pernah menjabat sebagai pemimpin konvoi pertahanan di Kerajaan Esperia. Fakta tersebut membuat banyak pembaca mulai melihat adanya hubungan kedekatan antara Brook dan Queen Candel di masa lalu.

Tambahan informasi lain dalam chapter ini memperlihatkan percakapan antara Usopp dan Brook. Usopp mempertanyakan alasan Brook tiba-tiba memutuskan pergi melawan Gunko. Pertanyaan tersebut menjadi pemicu Brook untuk kembali mengingat masa lalunya di Kerajaan Esperia.

Selain itu, nama Dozan yang disebut oleh Imu masih menjadi misteri besar. Dalam chapter ini, nama tersebut ditulis menggunakan katakana Jepang “ドウザン”. Penggemar menduga nama itu dapat dibaca sebagai “Douzan” atau “Dozan”, meski identitas aslinya masih belum diketahui.

Chapter 1183 juga memperlihatkan detail menarik lain terkait desain Brook muda. Untuk pertama kalinya sepanjang serial, Brook terlihat tanpa kacamata sehingga mata aslinya akhirnya dapat dilihat pembaca. Tidak hanya itu, di masa tersebut Brook juga belum memiliki bekas luka di bagian kepalanya.

Kemunculan flashback Brook langsung mendapat respons positif dari penggemar One Piece. Banyak pembaca menilai kisah masa lalu Brook menjadi salah satu flashback yang paling ditunggu karena karakter tersebut selama ini masih menyimpan banyak misteri.

Hingga kini, Eiichiro Oda masih belum memberikan penjelasan lengkap mengenai hubungan Kerajaan Esperia, Queen Candel, dan sosok Dozan terhadap konflik besar yang sedang terjadi di Elbaf. Namun chapter terbaru ini menjadi petunjuk awal bahwa masa lalu Brook kemungkinan memiliki kaitan penting dengan cerita utama ke depan.

One Piece chapter 1183 dijadwalkan terbit resmi akhir pekan ini. Kabar baik bagi penggemar, manga One Piece juga dipastikan tidak libur pada pekan depan sehingga kelanjutan cerita bisa langsung dinantikan. (Rfi)