One Piece 1183: Anak-Anak Raksasa Terancam, Loki Mengamuk Brutal
Kekacauan besar terjadi di Elbaph dalam cerita One Piece Chapter 1183 setelah Loki mengamuk sambil membawa senjata bernama “Ragnir”. Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, muncul sosok wanita misterius yang disebut memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan serta masa lalu Brook.
Loki terlihat meluapkan amarahnya sambil mengayunkan senjata Ragnir. Ia mengaku baru pertama kali kembali menggunakan senjata tersebut setelah sekian lama, namun kekuatannya masih terasa sangat besar. Dengan nada penuh amarah, Loki menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan Luffy tidak akan mampu menghentikannya.
Serangan besar bertajuk “Twin Blast” kemudian menghantam Desa Barat dan membuat warga panik. Situasi berubah kacau ketika anak-anak raksasa yang sebelumnya diculik berada dalam kondisi terancam. Warga terus berteriak meminta anak-anak itu dikembalikan.
“Kembalikan anak-anak itu!!”
“Jangan sampai mereka membawa anak-anak pergi!”
“Lebih baik kami mati daripada membiarkan anak-anak dibawa pergi!”
Di tengah kepanikan tersebut, beberapa tokoh mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Disebutkan bahwa jumlah anak yang hilang mencapai tujuh orang. Kemunculan monster atau makhluk raksasa juga membuat keadaan semakin sulit dikendalikan.
Sementara itu, perhatian tertuju pada sosok wanita misterius yang terlihat bersama Yamato. Brook mengaku merasa pernah mengenali wanita tersebut. Ia mengatakan memiliki firasat aneh dan merasa sosok itu berkaitan dengan seseorang dari masa lalunya.
Pengungkapan mengejutkan kemudian muncul. Wanita tersebut disebut berasal dari keluarga kerajaan dan bahkan merupakan seorang Celestial Dragon. Brook tampak terkejut karena apabila benar dirinya mengenal wanita itu secara langsung, maka usia wanita tersebut seharusnya sudah sangat tua.
Namun situasi kemudian dijelaskan lebih rinci. Brook ternyata tidak mengenalnya secara langsung. Wanita misterius itu disebut sebagai keturunan dari seseorang yang pernah dikenal Brook di masa lalu, yakni seorang putri dari kerajaan asalnya.
Hal itu mulai membuka hubungan antara wanita tersebut dengan tragedi lama yang pernah menyerang Elbaph. Brook perlahan memahami bahwa ada keterkaitan besar antara masa lalu Kerajaan Espería dengan kejadian yang kini terjadi.
Kilasan masa lalu kemudian memperlihatkan suasana Kerajaan Espería sekitar 70 tahun lalu. Pada saat itu, kerajaan disebut memiliki dua sosok bintang terkenal, yakni Permaisuri Candle dan Brook yang dikenal dengan julukan “Si Bersandung”.
Dalam narasi masa lalu tersebut, Candle diperkenalkan sebagai mantan komandan kesatria pengawal kerajaan yang kemudian menjadi permaisuri raja. Sosoknya digambarkan sangat populer di kalangan rakyat.
“FUFU… RAMAI SEKALI, YA…” kata Candle di hadapan para penonton opera.
Di sisi lain, Brook disebut sebagai seorang pria dengan kemampuan musik yang sering dihina, namun dikenal sebagai maestro tebasan kilat yang mampu menebas lawannya tanpa disadari korban.
Pertunjukan Brook di gedung opera memicu kekaguman penonton setelah ia menggunakan jurus “Three-Verse Humming: Arrow-Notch Slash”. Penonton dibuat terkejut ketika menyadari semua musuh telah ditebas dalam sekejap.
“ITU JURUS TEBASAN KILAT MILIK KAPTEN BROOK!!!” teriak salah satu penonton.
“DIA KEREN BANGET!” sambung penonton lainnya.
Namun suasana damai itu berubah ketika kelompok gangster bernama Sindikat Murlon mulai bergerak. Mereka diketahui mengincar Permaisuri Candle dan berusaha mendatangi gedung opera.
Beberapa warga mulai panik karena khawatir Candle akan diculik. Informasi mengenai pasukan berkuda milik sindikat yang bergerak dari pelabuhan menuju kota semakin memperburuk keadaan.
“Jumlah kesatria pengawal yang berada di kota hanya sedikit, sehingga mereka kalah jumlah!” ujar salah seorang warga.
Dalam kilasan tersebut, Brook terlihat berusaha memahami situasi yang semakin aneh. Beberapa orang mulai menduga bahwa wanita misterius itu memiliki kepribadian berbeda.
“Ada kemungkinan dia dikendalikan oleh seseorang?!” kata seorang tokoh.
“Rasanya seolah dia memiliki tiga kepribadian berbeda,” lanjut tokoh lainnya.
Mereka menyebut ada sosok yang terlihat baik, sosok yang membantu mereka, dan sosok lain yang menyerupai iblis. Setelah melakukan sesuatu, kepribadian wanita tersebut disebut berubah kembali menjadi sosok mengerikan.
Situasi menjadi semakin mencekam ketika ledakan besar terjadi dan para raksasa mulai berubah menjadi iblis. Salah satu karakter bahkan mulai mempertanyakan apakah wanita tersebut masih bisa diselamatkan atau tidak.
“Maafkan aku, Brook! Tapi kita harus segera memutuskan apakah akan membiarkan wanita itu hidup atau tidak!” ujar salah satu tokoh.
Di akhir cerita One Piece Chapter 1183, salah satu karakter berhasil melepaskan ikatan dan menduga hal itu terjadi berkat kekuatan psikis. Misteri tentang wanita kerajaan tersebut pun masih belum terjawab sepenuhnya, sementara ancaman terhadap Elbaph terus membesar. (Rfi)


