Setelah memilih pergi ke Bali untuk menenangkan diri, Sena masih terus memikirkan Davina. Meski berusaha melupakan semuanya, Sena justru beberapa kali membayangkan masa depan bersama Davina. Ia pun sadar kalau perasaannya kepada Davina belum benar-benar hilang.

Sementara itu, Davina mengetahui Sena sedang berada di Bali. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyusul meski tidak tahu lokasi Sena. Davina mencoba menghubungi Reza dan Dion, tetapi keduanya tidak bisa memberikan alamat pasti. Mereka hanya mengatakan bahwa Sena biasanya mencari ketenangan di pantai.

Berbekal informasi itu, Davina mendatangi beberapa pantai di Bali. Ia terus mencari Sena sambil berharap Allah mempertemukan mereka. Meski sempat putus asa, Davina memilih tidak menyerah.

Di sisi lain, Sena bertemu sahabat lamanya di Bali. Sahabatnya mengingatkan agar Sena selalu meminta petunjuk kepada Allah dalam setiap keputusan. Nasihat itu membuat Sena kembali memikirkan hubungannya dengan Davina.

Tak disangka, takdir akhirnya mempertemukan mereka. Saat sedang berfoto di tempat wisata, Davina melihat Sena dan langsung berlari menghampirinya. Tanpa bisa menahan rasa haru, Davina memeluk Sena setelah dua hari mencarinya di seluruh Bali.

Davina kemudian meminta maaf atas semua kesalahannya. Ia mengaku selama ini salah paham dan terlalu curiga kepada Sena. Davina juga mengatakan bahwa dirinya siap menandatangani surat pernyataan yang diminta Sena demi menjaga rahasia identitasnya sebagai polisi.

Mendengar keputusan itu, Sena merasa lega. Namun ia menjelaskan bahwa proses mutasi dirinya sudah berjalan karena sebelumnya Davina menolak menandatangani surat tersebut. Meski begitu, Davina meminta Sena segera menghubungi komandannya agar semuanya masih bisa diperbaiki.

Sena akhirnya menghubungi komandannya. Kabar baik pun datang. Davina diminta segera datang untuk menandatangani surat kerahasiaan sebelum keputusan mutasi resmi berlaku.

Selama berada di Bali, hubungan Sena dan Davina mulai kembali akrab. Mereka menghabiskan waktu bersama, mengenakan pakaian adat Bali untuk berfoto, hingga menikmati makan bersama. Momen sederhana itu membuat hubungan mereka kembali hangat.

Setelah Davina resmi menandatangani surat kerahasiaan, komandan memastikan mutasi Sena, Reza, dan Dion dibatalkan. Ketiga anggota tim intel itu akhirnya tetap bisa melanjutkan tugas bersama.

Meski sudah menandatangani surat tersebut, Davina masih penasaran dengan misi Sena. Namun Sena tetap menolak membocorkan target penyelidikannya. Menurut Sena, semakin sedikit yang diketahui Davina, semakin aman dirinya dari bahaya.

Davina akhirnya menerima keputusan itu. Ia hanya berharap hubungan mereka bisa kembali seperti dulu saat Sena masih menyamar sebagai Sen Ali Purnama, sosok sederhana yang selalu perhatian kepadanya.

Sepulang dari Bali, Davina terus memikirkan Sena. Ia bahkan berharap suatu saat nanti bisa kembali berlibur bersama Sena. Davina juga membuat cookies khusus untuk orang-orang yang paling ia sayangi, termasuk Sena. Di saat yang sama, Davina mulai belajar mengikhlaskan masa lalunya bersama Rian dan mencoba membuka lembaran baru.

Sementara itu, penyelidikan Sena semakin berkembang. Saat berada di sebuah hotel, Sena bertemu dengan Dipa. Melihat Sena masih hidup, Dipa langsung terkejut dan panik. Selama ini ia mengira Sena sudah tewas dalam insiden di danau.

Reaksi Dipa membuat Sena semakin yakin bahwa pria itu terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Sena juga mulai menduga Dipa berkaitan dengan kasus teror yang selama ini sedang diselidiki.

Di sisi lain, Dipa mulai khawatir rahasianya akan terbongkar. Ia segera memanggil anak buahnya untuk membahas langkah berikutnya agar jejaknya tidak diketahui polisi.

Episode 104 hingga 106 menjadi titik balik hubungan Sena dan Davina. Setelah kesalahpahaman berhasil diselesaikan, keduanya kembali saling percaya. Namun di saat yang sama, ancaman dari Dipa semakin besar dan membuat penyelidikan Sena memasuki babak yang lebih berbahaya. (Red)

Sumber : RCTI