Hubungan Davina dan Sena semakin renggang dalam Terikat Janji episode 100. Setelah ketegangan yang terjadi di episode sebelumnya, kali ini Davina merasa Sena sudah berubah. Sena lebih fokus pada tugas dan misi rahasianya sebagai polisi, sementara Davina merasa dirinya tidak lagi menjadi prioritas.

Davina sempat ingin berbicara dengan Sena, tetapi Sena menolak karena harus segera mengurus pekerjaan. Hal itu membuat Davina sedih. Ia merasa Sena hanya memikirkan tim dan misinya, tanpa memedulikan perasaan maupun waktu yang sudah mereka jalani bersama.

Di sisi lain, Jihan mengalami kejadian yang mengejutkan. Sopir pribadinya, Pak Warsito, tiba-tiba pingsan setelah mengantarnya. Beruntung Reza yang berada di lokasi langsung memberikan bantuan dan membawa Pak Warsito ke rumah sakit. Reza menduga Pak Warsito mengalami serangan jantung sehingga harus segera mendapat penanganan medis.

Kebaikan Reza membuat Jihan kembali mempercayainya. Karena khawatir kondisi Pak Warsito belum pulih, Jihan memutuskan memakai Reza lagi sebagai sopir pribadinya. Keputusan itu membuat Reza semakin mudah menjalankan penyamarannya sambil mencari informasi penting.

Saat berada bersama Reza, Jihan juga membahas obat bius yang pernah ia temukan di mobil Dipa. Reza menjelaskan bahwa obat tersebut merupakan obat bius yang biasa digunakan untuk tindakan medis. Penjelasan itu membuat Jihan mulai mengingat kejadian saat dirinya pernah tiba-tiba tidak sadarkan diri di apartemen Dipa. Meski begitu, Jihan masih belum yakin bahwa Dipa benar-benar terlibat.

Sementara itu, Davina terus menyelidiki hilangnya rekaman CCTV di Kusuma Food. Ia meminta kepala satpam memeriksa kembali seluruh arsip rekaman, terutama pada tanggal yang dianggap penting. Namun rekaman tersebut ternyata sudah tidak ada. Davina mulai curiga ada seseorang yang sengaja menghapus bukti itu.

Tanpa diketahui Davina, Sena memang sudah lebih dulu menghapus rekaman CCTV bersama Dion demi menjaga identitas penyamarannya tetap aman. Meski mulai curiga, Davina belum memiliki bukti yang bisa menunjukkan bahwa Sena berada di balik hilangnya rekaman tersebut.

Di sisi lain, Sena mendapat tekanan dari atasannya. Ia diberi waktu dua hari untuk meminta Davina menandatangani surat pernyataan agar merahasiakan identitas Sena dan tim kepolisian yang sedang menyamar. Jika gagal, Sena terancam dikeluarkan dari misi penyelidikan yang sedang dijalankannya.

Konflik lain datang dari Veronica yang masih ingin mengungkap kebenaran tentang kematian Rian. Dalam mimpinya, Veronica datang bersama polisi untuk menangkap Novan Kusuma. Ia menuduh Novan sebagai dalang di balik kematian putranya. Namun adegan tersebut ternyata hanya mimpi yang muncul karena Veronica masih belum bisa melupakan masa lalunya.

Sementara itu, Angga menyarankan ibunya untuk mendekati istri Novan. Menurut Angga, cara itu bisa menjadi jalan untuk mendapatkan informasi baru mengenai hilangnya Rian dan berbagai rahasia keluarga Kusuma.

Di kantor, Novan justru masih memberikan kepercayaan penuh kepada Sena. Ia menilai Sena bekerja dengan baik dan tidak memiliki rasa curiga sedikit pun. Kondisi itu membuat Davina semakin bingung karena ia mengetahui Sena menyimpan banyak rahasia yang tidak bisa diungkapkan.

Menjelang akhir episode, ketegangan semakin meningkat. Seseorang mulai mengikuti pergerakan Sena. Saat sedang menuju suatu tempat, Sena menjadi target serangan orang misterius. Ia diduga disuntik obat bius hingga pandangannya mulai kabur dan akhirnya kehilangan kesadaran.

Terikat Janji episode 100 ditutup dengan akhir yang menegangkan. Hubungan Davina dan Sena semakin retak, misteri rekaman CCTV belum terpecahkan, Jihan mulai mencurigai Dipa, dan kini keselamatan Sena berada dalam bahaya. Kelanjutan kisah ini dipastikan akan semakin menarik pada episode berikutnya. (Red)

Sumber : RCTI