Ketegangan di Terikat Janji episode 101 semakin memanas dan menjadi lanjutan dari episode sebelumnya. Setelah mulai curiga dengan Dipa karena menemukan obat bius, Sena berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh pria tersebut. Namun, rasa penasarannya justru membawanya ke dalam bahaya.

Sena diam-diam mengikuti pergerakan Dipa. Sayangnya, ia sudah lebih dulu menjadi sasaran orang suruhan yang telah menunggunya. Sena disuntik obat bius hingga tidak sadarkan diri. Setelah itu, mobil yang membawa Sena sengaja ditenggelamkan ke sebuah danau agar semuanya terlihat seperti kecelakaan.

Di saat yang sama, Davina merasa firasatnya tidak tenang. Ia memutuskan menyusul Sena dan tanpa sengaja menemukan mobil Sena berada di dalam danau. Meski panik, Davina memberanikan diri menyelamatkan Sena. Berkat usahanya, Sena berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dokter kemudian menjelaskan bahwa Sena mengalami kekurangan oksigen karena sempat tenggelam. Selain itu, dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya zat obat bius di dalam tubuh Sena. Temuan tersebut membuat dugaan bahwa Sena menjadi korban percobaan pembunuhan semakin kuat.

Setelah sadar, Sena mulai mengingat sedikit demi sedikit kejadian sebelum pingsan. Ia teringat ada seseorang yang menyuntikkan sesuatu ke lehernya. Sena juga mengingat seorang pria bertato burung di lengannya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut. Petunjuk itu menjadi awal untuk mengungkap siapa dalang di balik serangan terhadap dirinya.

Sementara itu, Dipa menerima laporan dari anak buahnya bahwa misi telah berhasil. Ia percaya Sena sudah tewas bersama mobil yang ditenggelamkan. Dipa pun merasa tenang karena mengira tidak ada lagi yang bisa menghalangi rencananya.

Di sisi lain, Jihan kembali mempertanyakan soal obat bius yang ditemukan di mobil Dipa. Setelah terus didesak, Dipa akhirnya mengakui bahwa obat itu memang obat bius. Namun, ia berdalih menggunakannya untuk mengatasi insomnia akibat stres dan tekanan pekerjaan.

Penjelasan tersebut sempat membuat Jihan percaya. Meski begitu, ia masih menyimpan rasa curiga. Jihan terus memikirkan kejadian saat dirinya pernah tiba-tiba tertidur di apartemen Dipa. Ia mulai bertanya-tanya apakah selama ini Dipa benar-benar berkata jujur atau justru sedang menutupi sesuatu.

Jihan juga mulai menyesali keputusannya memilih Dipa. Ia mengaku dulu rela meninggalkan Davina demi bersama Dipa karena mengira akan mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia. Namun kenyataannya, hubungan mereka justru dipenuhi pertengkaran dan air mata.

Sementara itu, Davina tetap setia menemani Sena di rumah sakit. Meski hubungan mereka sempat renggang, Davina sadar ia masih sangat peduli pada Sena dan tidak ingin terjadi hal buruk kepadanya.

Di akhir episode, Dipa masih yakin rencananya berjalan sempurna karena mengira Sena telah meninggal. Padahal, Sena berhasil selamat berkat pertolongan Davina. Kondisi itu menjadi ancaman besar bagi Dipa karena cepat atau lambat identitas pelaku yang mencoba membunuh Sena akan mulai terungkap. (Red)

Sumber : RCTI