Skrol untuk membaca pos

Kapolda Sulteng Sebut PETI di Lobu Sudah Ditertibkan, 8 Unit Excavator Masih Beroperasi di Lambunu

Muh. Rifai
Lokasi tambang emas ilegal yang ditertibkan tim gabungan dengan Tipidter Bareskrim dan POM TNI. FOTO: Polda Sulteng
A-AA+A++

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang belakangan disebut kembali marak melakukan aktivitas, rupanya sudah dilakukan penertiban oleh gabungan aparat penegak hukum.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nogroho menyebut tim gabungan yang turun yakni Polda Sulteng, Polres Parimo, Tipidter Bareskrim dan POM TNI pada 20 Agustus 2024 lalu.

Namun operasi gabungan ini baru disampaikan Kapolda ke media, setelah dilakukan upaya konfirmasi berkali – kali oleh tim media yang menulis maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Desa Lobu, Kecamatan Moutong itu.

Kapolda Sulteng juga menyebut bahwa operasi gabungan itu, dilakukan pada 20 Agustus 2024 lalu.

“20 Agustus 2024 yang lalu kang, gabungan dengan Tipidter Bareskrim dan POM TNI,” tulis Kapolda Irjen Pol. Agus Nugroho menjawab konfirmasi tim media belum lama ini.

Kapolda menyebutkan, saat tim gabungan turun ke lokasi PETI di Lobu, tidak menemukan para pelaku perusak lingkungan dan alam itu. Tim gabungan hanya menemukan bekas – bekas galian berupa kubangan air, tenda – tenda kem para penambang, serta beberapa alat berat yang sudah rusak.

“Di TKP kami hanya mendapati beberapa alat berat yang sudah rusak dan ditinggalkan para pelaku,” ujar Kapolda Sulteng.

Jenderal bintang dua ini juga menyampaikan terima kasih kepada media yang telah menyampaikan informasi melalui pemberitaan serta konfirmasi terkait aktivitas pertambangan emas ilegal itu, serta memohon dukungan dari semua pihak.

“Sudah ditindaklanjuti kang, dihaturkan terima kasih atas atensinya dan mohon dukungannya selalu,” tandasnya.

Sementara sumber tim media yang dikonfirmasi bahwa aktivitas PETI di Lobu Moutong masih berlangsung, hanya karena masifnya pemberitaan aktivitas PETI sementara waktu sedang berhenti.

“Ada tim aparat yang turun beberapa hari lalu, tapi cuma kasih tahu kepada penambang supaya alat berat disembunyikan. Setelah aman-aman lanjut lagi,” ungkap sumber, Sabtu 7 September 2024.

Dia mengatakan alat berat jenis excavator yang beroperasi di Lobu Mautong diperkirakan mencapai 20 unit.