WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Anwar Hafid: Cita-cita Kami Sejalan dengan Muhammadiyah dalam Memajukan Pendidikan dan Kesehatan

Muh. Rifai
A-AA+A++

Dalam Dialog Publik yang di gelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan, bahwa segala potensi yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng) ini haruslah dirasakan manfaatnya oleh orang sulteng itu sendiri. Bukan diambil oleh pihak lain.

Berdasarkan itulah, maka lahir 9 Cita-cita besar pasangan BERANI yakni, Sulteng NAMBASO atau sulteng yang besar.




Dalam memaparkan visi-misinya, Anwar Hafid menuturkan, bahwa untuk memimpin suatu wilayah itu bukan hanya bermodal Berani, atau Beramal dan juga bukan dengan meminta dua kali untuk memimpin.

“Kalau memimpin Sulteng itu, bukan hanya dengan modal Berani, bukan juga dengan modal Beramal, sama bukan juga meminta untuk dua kali. Tetapi harus dengan pengetahuan dan gagasan yang mampu membangun serta mensejahterakan masyarakat”, ungkapnya, Sabtu, 7 September 2024.

Anwar Hafid juga menekankan pentingnya peran pendidikan dan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Ini sangat mendukung kemajuan dan pembangunan Sulawesi Tengah di masa depan.

“Ketika masyarakat kita cerdas dan sehat, niscaya akan mendorong pertumbuhan dan kemajuan Sulteng ke depannya,” katanya.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga Sulteng,” tambahnya.

Anwar Hafid juga menjawab pertanyaan Dr. Yusuf Hasmin, SH., MH. Dikatakan, bahwa visi dan misi Pasangan BERANI sejalan dengan tujuan Muhammadiyah dalam memajukan pemerataan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Cita-cita Pasangan BERANI ini sudah sesuai dengan cita-cita atau tujuan dari Muhammadiyah, dan kita akan memaksimalkan hal tersebut,” urai Anwar Hafid.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menjelaskan, bahwa alasannya memilih Reny Lamadjido sebagai wakilnya didorong oleh perlunya dukungan yang kuat terhadap inisiatif kesehatan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

“Kalau dalam hal kesehatan, kita tidak bisa bermain-main. Maka saya memilih ibu Reny sebagai wakil saya, agar tidak terjadi tindakan yang main-main dalam penanganan kesehatan,” ujar calon Gubernur Sulawesi Tengah itu.

“Dan jika saya tidak berpasangan dengan ibu Reny dalam kontestasi Pilkada Sulteng 2024, lebih baik saya mundur dari salah satu Calon Gubernur. Karena cita-cita Pasangan BERANI membutuhkan ahlinya, terkhususnya di bidang kesehatan,” terangnya.