GoTo masih memiliki dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan program buyback berdasarkan persetujuan yang berlaku hingga Juni 2027.
Di sisi lain, perusahaan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk bisnis Fintech menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun, dari sebelumnya Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.
BACA JUGA:
Untuk On-demand Services, rentang target diperlebar menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun, dibandingkan proyeksi sebelumnya Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.
GoTo menyebut proyeksi tersebut masih dipengaruhi sejumlah risiko, termasuk persaingan, kenaikan biaya, ketidakpastian ekonomi makro, serta perubahan regulasi. (Red)




