Skrol untuk membaca pos

Kapal Selam dan Kesenjangan Armada, Ini Tantangan Pertahanan Indonesia

Muh. Rifai
Suasana diskusi “Ngobrolin Pertahanan Indonesia (Ngopi) de’Talkshow Episode ke-4” yang membahas urgensi modernisasi armada kapal selam, kesenjangan kesiapan operasional, serta strategi penguatan industri pertahanan nasional. Foto: Dok. Marapi
A-AA+A++

Sementara itu, Alman Helvas Ali menilai keterbatasan jumlah kapal selam harus dihadapi ketika wilayah laut Indonesia sangat luas dan lingkungan strategis kawasan terus berkembang. Ia mengatakan kebijakan pengadaan kapal selam perlu mendapatkan keberpihakan yang konsisten dari Kementerian Pertahanan.

“Tanpa ada kebijakan keberpihakan pengadaan kapal selam dari Kementerian Pertahanan, sulit kita mengharapkan angkatan laut bisa meningkatkan kemampuan peperangan kapal selam,” ujar Alman.

Dalam diskusi tersebut juga muncul usulan pengadaan kapal selam sebagai jembatan sebelum Scorpène Evolved Full Li-ion produksi PT PAL diperkirakan mulai operasional pada 2031-2032. Salah satu opsi yang dibahas adalah U212 NFS dari Fincantieri dengan skema pengadaan unit baru dan paket offset.

Para narasumber juga menilai transfer teknologi tidak seharusnya berhenti pada tahap assembling. Penguasaan desain, integrasi combat management system, material lambung, pelapis anti-korosi dan radar-acoustic, serta kemampuan MRO menjadi bagian dari ekosistem yang perlu dibangun.

Dengan kebutuhan kesiapan jangka pendek dan pembangunan kemampuan jangka panjang, modernisasi kapal selam tidak hanya berkaitan dengan jumlah unit. Konsistensi platform, kesiapan awak, kesinambungan industri, serta penguasaan teknologi menjadi bagian dari tantangan Indonesia untuk membangun kemampuan peperangan bawah laut yang berkelanjutan. ***

Berita Lainnya