Klasemen sementara:
- Arsenal — 12 poin
- Manchester City — 12 poin
- Leeds United — 8 poin
- Manchester United — 4 poin
Posisi tersebut membuat awal musim Manchester United semakin berat. Dari empat pertandingan, mereka baru mengumpulkan empat poin dan kini harus menerima kekalahan dalam derby setelah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Bagi City, kemenangan ini punya dua sisi.
Di satu sisi, mereka menunjukkan mental bertanding yang kuat. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-23, mereka masih mampu mencetak gol dan menjaga keunggulan sampai akhir.
Di sisi lain, kemenangan tersebut akan selalu dibayangi pertanyaan: bagaimana jika VAR mengambil keputusan yang benar?
Pertanyaan itu tidak bisa dijawab hanya dengan melihat statistik akhir.
Sebab jika gol Haaland dianulir, pertandingan tentu akan memiliki cerita berbeda.
Dan itulah yang membuat kontroversi ini terasa lebih besar daripada sekadar kesalahan teknis. VAR seharusnya membantu wasit mendapatkan keputusan yang lebih tepat. Dalam kasus Derby Manchester ini, justru keputusan VAR menjadi bagian paling menentukan dari pertandingan.
Haaland tetap menjadi pahlawan City dengan gol yang membawa mereka menang. Tetapi setelah pengakuan Pro Ref, gol tersebut juga menjadi pengingat bahwa teknologi tidak otomatis menghilangkan kontroversi dalam sepak bola.
Kadang masalahnya bukan pada teknologi.
Masalahnya adalah bagaimana manusia membaca apa yang ditampilkan teknologi. (Red)







