Lionel Messi dan Kylian Mbappe menjadi dua nama yang paling mencuri perhatian pada lanjutan fase grup Piala Dunia FIFA 2026. Messi mengantar Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair sekaligus menyamai rekor gol Miroslav Klose di putaran final Piala Dunia, sementara Mbappe membawa Prancis menaklukkan Senegal 3-1 dan resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus.

Selain itu, Norwegia tampil impresif saat menghancurkan Irak 4-1 berkat dua gol Erling Haaland, sedangkan Austria meraih kemenangan 3-1 atas Yordania pada laga perdana Grup J. Hasil-hasil tersebut membuat persaingan di Grup I dan Grup J semakin menarik menjelang pertandingan kedua.

Argentina memulai upaya mempertahankan gelar juara dunia dengan performa meyakinkan saat menghadapi Aljazair di Kansas City Stadium. Sosok yang kembali menjadi pusat perhatian tentu saja Lionel Messi.

Kapten Argentina itu mencetak hattrick pada menit ke-17, 60, dan 76 untuk memastikan kemenangan 3-0 bagi La Albiceleste. Lebih dari sekadar tiga poin, malam itu menjadi momen bersejarah bagi Messi karena ia berhasil menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.

Gol pertama Messi lahir melalui aksi individu khasnya. Berawal dari area sekitar 30 yard dari gawang, ia melewati penjaganya sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Luca Zidane.

Aljazair sebenarnya mampu memberikan perlawanan cukup baik sepanjang babak pertama. Juara bertahan tidak banyak menciptakan peluang bersih selain sundulan Alexis Mac Allister yang melambung tipis di atas mistar gawang.

Namun kualitas Argentina kembali terlihat setelah turun minum. Messi menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Mac Allister yang gagal diamankan Zidane. Gol ketiganya kemudian hadir lewat penyelesaian khas dari luar kotak penalti yang memastikan kemenangan Argentina sekaligus melengkapi hattrick bersejarah.

Catatan tersebut terasa semakin spesial karena terjadi tepat 20 tahun setelah debut Messi di Piala Dunia saat tampil melawan Serbia dan Montenegro pada edisi 2006. Selain itu, laga kontra Aljazair juga menjadi penampilan internasional senior ke-200 bagi pemain berusia 38 tahun tersebut.

Berkat kemenangan ini, Argentina memimpin klasemen sementara Grup J dengan tiga poin dan selisih gol +3. Pada laga berikutnya, Messi berpeluang menjadi pemegang rekor tunggal pencetak gol terbanyak Piala Dunia saat menghadapi Austria pada 22 Juni.

Di pertandingan lain Grup J, Austria juga berhasil meraih tiga poin setelah mengalahkan debutan Piala Dunia, Yordania, dengan skor 3-1.

Yordania justru tampil berani sejak menit awal. Ehsan Haddad dan Odeh Fakhouri sempat mengancam gawang Austria sebelum Romano Schmid membawa wakil Eropa tersebut unggul pada menit ke-20 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.

Keunggulan Austria tidak bertahan lama setelah jeda. Ali Olwan mencatatkan sejarah sebagai pemain Yordania pertama yang mencetak gol di Piala Dunia melalui aksi individu brilian pada menit ke-50.

Austria sempat frustrasi ketika gol Marko Arnautovic dianulir VAR akibat handball dalam proses terjadinya gol. Namun keberuntungan akhirnya berpihak kepada mereka ketika Yazan Al Arab mencetak gol bunuh diri pada menit ke-76.

Arnautovic kemudian menutup pertandingan lewat gol penalti pada menit ke-102 untuk memastikan kemenangan 3-1 Austria.

Hasil ini membuat Austria menempel Argentina di posisi kedua Grup J. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi Argentina unggul selisih gol.

Sementara itu, Grup I menghadirkan penampilan meyakinkan Norwegia yang sukses mengalahkan Irak 4-1 di Boston Stadium. Erling Haaland kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.

Gol pembuka Norwegia lahir dari rangkaian permainan rapi yang melibatkan 14 operan sebelum David Moller Wolfe mengirim umpan silang yang diselesaikan Haaland pada menit ke-29.

Irak sempat memberikan kejutan melalui sundulan Aymen Hussein pada menit ke-39. Gol tersebut membuat Hussein menjadi pemain Irak kedua yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia.

Namun Haaland kembali menunjukkan insting tajamnya empat menit kemudian dengan memanfaatkan kesalahan komunikasi lini belakang Irak untuk mengembalikan keunggulan Norwegia menjadi 2-1 sebelum turun minum.

Pada babak kedua, Leo Ostigard yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol ketiga melalui sundulan dari situasi sepak pojok. Norwegia kemudian menambah satu gol lagi lewat gol bunuh diri Aymen Hussein pada masa tambahan waktu.

Kemenangan 4-1 membuat Norwegia memimpin klasemen sementara Grup I berkat selisih gol yang lebih baik dibanding Prancis.

Prancis sendiri harus bekerja keras sebelum mengamankan kemenangan 3-1 atas Senegal di New York New Jersey Stadium.

Les Bleus sempat kesulitan menghadapi permainan agresif Senegal pada babak pertama. Nicolas Jackson hampir membawa tim Afrika Barat itu unggul, tetapi peluangnya membentur tiang gawang. Gol yang sempat dicetaknya juga dianulir karena offside.

Perubahan permainan Prancis terlihat setelah jeda. Michael Olise menjadi motor serangan utama dan berperan besar dalam terciptanya gol pembuka yang dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-66.

Bradley Barcola kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-82. Senegal sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Ibrahim Mbaye pada menit ke-95, tetapi Mbappe langsung membalas satu menit kemudian melalui tembakan spektakuler dari luar kotak penalti.

Dua gol tersebut membuat Mbappe mengoleksi 58 gol internasional dan resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis, melewati rekor Olivier Giroud.

Setelah matchday pertama, Grup I dipimpin Norwegia dengan tiga poin, diikuti Prancis di posisi kedua. Sementara itu, Argentina dan Austria memimpin persaingan di Grup J.

Performa Messi, Mbappe, dan Haaland pada laga pembuka menjadi sinyal bahwa para bintang dunia siap menghadirkan persaingan sengit dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026. Dengan rekor demi rekor yang mulai tercipta sejak pekan pertama, turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini berpotensi menghadirkan banyak momen bersejarah dalam beberapa pekan ke depan. (Red)