Skrol untuk membaca pos

Roma di Puncak Serie A, 12 Poin dan Baru Kebobolan Sekali

Muh. Rifai
As Roma Vs Torino. Foto: Ai
A-AA+A++

AS Roma belum mau mengerem langkahnya di Serie A 2026/2027. Bertandang ke Stadio Olimpico Grande Torino, Senin (14/9/2026), Roma mengalahkan Torino 2-0 dan menyapu bersih empat pertandingan pertama liga dengan kemenangan.

Donyell Malen membuka keunggulan pada menit ke-39, sebelum Niccolò Pisilli menutup pertandingan lewat gol pada menit ke-90+3. Hasil tersebut membuat Roma mengoleksi 12 poin dari empat laga, dengan catatan 12 gol memasukkan dan hanya satu gol kebobolan. Roma pun berada di puncak klasemen, unggul selisih gol atas Inter Milan yang juga mengumpulkan 12 poin.

Namun, kemenangan ini bukan cerita tentang Roma yang terus-menerus menggempur Torino. Justru sebaliknya. Tim Gian Piero Gasperini menunjukkan sisi lain yang tidak kalah penting: mampu mengontrol pertandingan, bertahan ketika diperlukan, lalu menghukum lawan pada momen yang tepat.

Malen Kembali Jadi Pembeda

Roma turun dengan pola 3-4-2-1. Mile Svilar berdiri di bawah mistar, dengan Gianluca Mancini, Leonardo Balerdi, dan Mario Hermoso sebagai tiga bek. Di depan mereka ada Emanuele Lulli, Bryan Cristante, Niccolò Pisilli, dan Nahuel Molina, sementara Paulo Dybala serta Matías Soulé mendukung Malen di lini depan.

Torino merespons dengan struktur 3-5-1-1. Giovanni Simeone menjadi ujung tombak, sementara Nikola Vlašić bermain di belakangnya.

Pertandingan berjalan cukup ketat pada awal laga. Torino bahkan mampu menikmati penguasaan bola lebih banyak secara keseluruhan. Tetapi Roma lebih efektif ketika memasuki area berbahaya.

Kebuntuan pecah pada menit ke-39.

Malen memanfaatkan peluang untuk membawa Roma unggul 1-0. Gol tersebut kembali menegaskan naluri penyerang asal Belanda itu di bawah Gasperini. Sky Sport bahkan mencatat Malen kini sudah mengoleksi enam gol di Serie A musim ini.

Roma kemudian membawa keunggulan tersebut hingga turun minum.

Menariknya, statistik pertandingan memperlihatkan bahwa Roma tidak harus mendominasi penguasaan bola untuk menjadi tim yang lebih berbahaya. Berdasarkan data Sofascore, Roma melepaskan 14 tembakan berbanding tujuh milik Torino dan unggul jauh dalam tembakan dari dalam kotak penalti, 12 berbanding tiga. Roma juga mencatat delapan sepak pojok, sementara Torino hanya satu.