Roma Tidak Harus Selalu Cantik untuk Menang
Kalau melihat angka-angkanya, kemenangan Roma memang terasa cukup meyakinkan. Mereka unggul 1,91-0,76 dalam expected goals dan 14-7 dalam jumlah tembakan. Roma juga membuat 18 intersep, jauh lebih banyak daripada Torino yang mencatat tujuh.
Tetapi pertandingan ini bukan kemenangan dengan gaya sepak bola yang serba gemerlap.
Roma lebih pragmatis.
Mereka tahu kapan harus menyerang dan kapan harus menjaga jarak antarlini. Ketika Torino mendapatkan penguasaan bola, Roma tidak panik. Ketika kesempatan datang, Malen dan Pisilli menyelesaikannya.
Malen menjadi pemain paling menonjol. Sofascore memberinya rating 7,8, tertinggi dalam pertandingan. Ia mencetak satu gol dari empat tembakan dan hanya bermain 57 menit sebelum digantikan Castro.
Paulo Dybala juga memberi pengaruh penting sebelum ditarik keluar pada menit ke-64. Sang pemain mencatat tiga umpan kunci, sementara Mario Hermoso ikut memberikan kontribusi dari lini belakang.
Jadi, Roma memang tidak harus menguasai setiap menit pertandingan untuk terlihat sebagai tim yang lebih matang.
Dan untuk sebuah tim yang sedang membangun ambisi besar, kemampuan memenangkan pertandingan seperti ini bisa sangat berharga.
Puncak Klasemen, tetapi Inter Sudah Menunggu
Kemenangan atas Torino membawa Roma ke 12 poin dari empat pertandingan. Catatannya sempurna: empat kemenangan, 12 gol, satu kebobolan, dan selisih gol +11.
Namun, Roma tidak sendirian di atas.
Inter Milan juga memiliki 12 poin setelah mengalahkan Udinese 5-3. Perbedaannya, Inter mencetak 13 gol dan kebobolan enam gol sehingga berada di bawah Roma berdasarkan selisih gol.
Dan kebetulan, dua tim tersebut akan bertemu pada pertandingan berikutnya.
Roma vs Inter dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico pada Sabtu, 19 September 2026. Laga itu akan menjadi pertemuan dua tim yang sama-sama mengawali musim dengan empat kemenangan beruntun.
Jadi, kemenangan atas Torino bukan sekadar tambahan tiga poin.
Ini adalah tiket Roma menuju ujian yang jauh lebih besar.
Gasperini kini punya tim yang sedang percaya diri, pertahanan yang baru kebobolan sekali dalam empat laga, serta Malen yang sedang panas-panasnya. Tetapi di depan mereka berdiri Inter dengan catatan sempurna yang sama.


